SeLaMat DaTaNG . . .

27 Desember 2009 at 3:02 pm (Inspirasi)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Islam Syiah di Pangalengan

4 Februari 2010 at 5:06 am (About Islam)

Efek dari kemenangan Revolusi Islam Iran 11 Februari 1979 demikian luar biasa. Kajian terhadap ideologi yang meruntuhkan singgasana Reza Pahlevi dukungan lahir batin Amerika Serikat sejak itu merebak seantero jagad. Banyak kalangan yang heran mengapa seorang mullah tua, merujuk kepada sosok Ayatullah Imam Khomeini, bisa menghipnotis jutaan rakyat untuk melawan kaisar sebuah negara terkuat di Timur Tengah. Bahkan presiden AS saat itu, Jimmy Carter, dengan mengutip laporan CIA, berkata penuh keyakinan bahwa singgasana merak itu tidak akan goyah sedikit pun oleh aksi-aksi demonstrasi rakyat.

Tak ayal lagi, mazhab Islam Syi’ah yang dianut mayoritas rakyat Iran menjadi sorotan tajam. Selama ini masyarakat dunia hanya melihat mazhab Sunni sebagai representasi Islam yang sebenarnya.

Penyebaran Syi’ah di Indonesia mulai terasa sejak awal 80-an dan semakin meluas pada era 90-an. Syi’ah muncul sebagai wacana alternatif pemikiran Islam. Konsep Imamahnya menarik perhatian banyak kalangan, terutama dari kelompok Islam hardliner semacam Darul Islam, Islam Jamaah, dan Tarbiyah. Banyak yang eksodus, baik sendiri-sendiri maupun gerbong besar, untuk mengkaji ajaran mistik/tasawuf dan teologi mazhab tersebut. Terutama bila yang menjadi Syi’ah adalah tokoh sentral gerakan tersebut.

Dari sekian banyak pengagum Revolusi Islam Iran, tersebutlah Iwan Achmad Setiawan, seorang aktivis harakah masa 1978-1979. Sebelumnya, Iwan muda bercita-cita mendirikan Negara Islam Indonesia. Namun ketika terjadi Revolusi Islam Iran, Iwan berpikir, “Tidak mungkin ideologi yang salah akan melahirkan Revolusi Islam yang bagus.”
Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Memori

13 Januari 2010 at 9:29 am (Kidung Sunyi)

masih ingatkah kau  tentang simfoni warna pelangi

yang kita lukis bersama dalam kanvas di langit  itu?

bukankah kita sudah berjanji akan berakhir biru?

kenapa kau buat kelabu?

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Sungguh akan Kami Berikan Cobaan Kepadamu

11 Januari 2010 at 2:08 am (Inspirasi)

Pernahkah kita merasa diuji oleh Allah? Kita cenderung mengatakan kalau kita ditimpa kesusahan maka kita sedang mendapat cobaan dan ujian dari Allah. Jarang sekali kalau kita dapat rezeki dan kebahagiaan kita teringat bahwa itupun merupakan ujian dan cobaan dari Allah. Ada diantara kita yang tak sanggup menghadapi ujian itu dan boleh jadi ada pula diantara kita yang tegar menghadapinya.
Al-Qur’an mengajarkan kita untuk berdo’a: “Ya Tuhan kami, jangnlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya…”(QS 2: 286)
Do’a tersebut lahir dari sebuah kepercayaan bahwa setiap derap kehidupan kita merupakan cobaan dari Allah. Kita tak mampu menghindar dari ujian dan cobaan tersebut, yang bisa kita pinta adalah agar cobaan tersebut sanggup kita jalani. Cobaan yang datang ke dalam hidup kita bisa berupa rasa takut, rasa lapar, kehilangan, kurang harta dan lainnya.

Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Arti Hidup

8 Januari 2010 at 1:12 pm (Inspirasi)

HIDUP KITA CUMA DALAM 3 HARI :

1. Semalam – Sudah menjadi sejarah
2. Hari Ini – Apa yang sedang kita lakukan
3. Esok – Hari yang belum pasti

Hisablah hari pertama semoga hari yang kedua kita lebih baik dari hari
yang pertama. Jangan mengharap hari yang ketiga kerana mungkin ajal
kita pada hari yang kedua.

HIDUP KITA CUMA DALAM 2 NAFAS :
1. Nafas Naik
2. Nafas Turun
Baca entri selengkapnya »

Permalink & Komentar

Perjanjian Terakhir

8 Januari 2010 at 12:58 pm (Kidung Sunyi)


Di awal hujan,

Di akhir para utusan.

Lembar ibu mengawali akhir perjanjian.

Perjanjian Lama

Tinggal kenangan

Perjanjian Baru

Tlah berlalu

Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Tak Pernah Sederhana!

8 Januari 2010 at 12:52 pm (Kidung Sunyi)


Aku ingin mencintaimu

Dengan sederhana.

Tapi cinta tak sesederhana

Kata

Yang mengalir mesra dari gejolak asa

Aku ingin mencintaimu

Dengan sederhana.

Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Maafkan aku,

5 Januari 2010 at 12:11 pm (Kidung Sunyi)

Dengan kata yang paling bisu

aku katakan kepadamu,

A  U  F  U . . .

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Tembok Pembatas

4 Januari 2010 at 1:39 pm (Inspirasi)

Suatu ketika, hiduplah seorang anak di sebuah rumah. Rumah itu cukup besar, untuk seorang anak yang tinggal hanya berdua dengan Ibunya. Ada banyak kamar dan ruangan disana. Setiap kamar, dipisahkan oleh sebidang tembok.

Namun, yang paling menarik adalah, ada satu ruang disana yang tak memiliki pintu, dan hanya sebidang tembok yang melingkupinya. Anak ini sangat tertarik dengan tembok tersebut. Sebab, seringkali ia mendengar suara-suara yang menyenangkan disana. Ada nyanyian gembira, senandung damai, dan iringan musik yang membuatnya tambah penasaran

Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Tempayan Retak

27 Desember 2009 at 2:53 pm (Inspirasi)

Seorang tukang air di India memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan, yang dibawanya menyilang  pada bahunya. Satu tempayan itu retak, sedangkan tempayan yang satunya lagi tidak.

Jika tempayan yang tidak retak itu dapat membawa air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh. Selama dua tahun, hal itu terjadi setiap hari. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya.

Tentu saja si tempayan yang bagus merasa bangga akan prestasinya, karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Tempayan retak yang malang merasa malu akan kekurangannya sebab ia hanya bisa memberikan setengah dari porsi yang  seharusnya dapat diberikannya. Setelah dua tahun tertekan dengan kegagalan pahit ini tempayan retak itu berkata pada si tukang air, ”saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu.”

Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Senja Yang Berakhir Sunyi

26 Desember 2009 at 12:29 pm (Kidung Sunyi)


Pada akhirnya,

Harus ku sulam hujan

Dalam secarik kabut penantian.

Pada akhirnya,

Cakra gerimis membakar

Diriku, dengan syair pengharapan.

Biar ku ukir hujan

Biar ku pahat nyanyian

Dalam lumpur keabadian.

(1 Makheshshoshn le 12: 26)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Istikharahku

24 Desember 2009 at 2:17 am (Kidung Sunyi)

Kidung doa mengalir

Dalam butiran dzikir

Menghembuskan sajak

Tentang cinta yang semakin sesak

Bisikku:

“Sunyiku,

Engkau tahu munajatku

Dan Engkaupun tahu air mataku

Yang kuukir dalam tiap nyanyianku.

Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Beda Antara Suka, Cinta, dan Sayang

20 Desember 2009 at 11:53 am (Inspirasi)


Dihadapan orang yang kau cintai,
musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah
Dihadapan orang yang kau sukai,
musim dingin tetap saja musim dingin hanya suasananya
lebih indah sedikit

Dihadapan orang yang kau cintai,
jantungmu tiba tiba berdebar lebih cepat
Dihadapan orang yang kau sukai,
kau hanya merasa senang dan gembira saja

Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau
cintai, matamu berkaca-kaca
Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau
sukai, engkau hanya tersenyum saja
Baca entri selengkapnya »

Permalink 1 Komentar

Makan Bersama Tuhan

17 Desember 2009 at 12:58 pm (Inspirasi)

Ada seorang anak yang rindu bertemu dengan Tuhannya. Ia menyadari bahwa perjalanan panjang diperlukan ke rumah Tuhan, karena itu dikemaslah tasnya dengan kue Twinkies dan satu pack root beer berisi 6 kaleng lalu memulaikan perjalanannya. Ketika telah melampaui beberapa blok dari rumahnya, ia bertemu dengan seorang tua. Ia sedang duduk di taman dekat air memperhatikan burung burung.

Sang anak duduk dekat dengannya lalu membuka tas. Ketika ia mengambil root beer (bir tidak beralkohol) untuk melepaskan dahaganya ia perhatikan bahwa orang tua itu kelihatan lapar sedang memandang padanya. Dengan segera ia menawarkan kue Twinkie kepada orang tua itu. Dengan gembira ia menerima dan memberikan senjum padanya. Senyum itu luarbiasa menarik sehingga anak ini senang untuk menikmatinya lagi. Itu sebabnya anak ini menawarkan lagi kepada orang tua itu sekaleng root beer.

Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »