Oleh: Lutfi Seli Fauzi
Definisi Homoseksual
Homoseksual merupakan salah satu masalah yang menghinggapi remaja saat ini. Fakta dilapangan menunjukan bahwa perilaku homoseksual dilakukan mulai umur remaja. Sebagai contoh, jumlah homoseksual di Kanada sekitar 1% dari keseluruhan penduduknya, dengan usia 18-59 tahun. Sedangkan di Amerika berdasarkan hasil penelitian dari National Center for Health Research (Kamilia Manaf: 2007) tahun 2002 sekitar 4,4% masyarakat Amerika pernah melakukan hubungan homoseksual, dengan usia 15-44 tahun. Di Indonesia sendiri (Deti Riyanti dan Sinly Evan Putra: 2008) berdasarkan hasil statistik menunjukan bahwa sekitar 8 sampai 10 juta pria pernah terlibat dalam hubungan homoseksual.
Para ahli mendefinisikan homoseksual secara beragam, menurut Deti Riyanti dan Sinly Evan Putra (2008) homoseksual dapat diartikan sebagai kelainan terhadap orientasi seksual yang ditandai dengan timbulnya rasa suka terhadap orang lain yang mempunyai kelamin sejenis atau identitas gender yang sama. Sedangkan Kaplan (Wayan Westa: 2006) mengemukakan bahwa homoseksual adalah penyimpangan psikoseksual di mana seseorang dewasa tertarik gairah seksualnya dengan teman sejenis.
Berbeda dengan kedua pendapat diatas yang menganggap bahwa homoseksual merupakan sebuah penyimpangan atau kelainan, Dali Gulo (Abu Al-Ghifari: 2002: 105) mengatakan bahwa homoseksual merupakan kecenderungan untuk memiliki hasrat seksual atau mengadakan hubungan seksual dengan jenis kelamin yang sama. Suharko Kasran (2008) berpendapat bahwa homoseksual pada dasarnya meruapakan interest afektif dan genital terarah kepada sesama seks.Dari beberapa definisi tersebut setidaknya kita dapat mengambil satu persamaan yaitu bahwa homoseksual merupakan kecenderungan individu untuk menyukai orang lain yang mempunyai jenis kelamin yang sama. Homoseksual sendiri terbagi menjadi dua kelompok yaitu homoseksual yang terjadi pada pria yang disebut gay dan yang terjadi pada wanita yang disebut lesbianisme. Orientasi SeksualOrientasi seksual individu pada dasarnya terbagai menjadi 3 yaitu Heteroseksual, yang merupakan reaksi seksual antara makhluk berbeda jenis kelamin; Homoseksual, reaksi seksual antara mahluk sesama jenis kelamin; dan Biseksual, yang merupakan gabungan antara keduanya. Perlu diingat bahwa orientasi seksual ini tidak sama dengan aktivitas seksual, ini terbukti dengan bahwa remaja yang lesbian, gay, ataupun biseksual belum tentu pernah melakuakn hubungan seksual secara nyata. Begitu pula sebaliknya orang yang pernah berhubungan seks sesama jenis bukan berarti adalah lesbian, gay, atau biseksual (Just The fact Coalition: 2008)Alfred Kinsey (1961) mengemukakan bahwa 96% manusia itu biseksual. 2% homoseksual murni dan 2% heteroseks murni. Dalam teori statistik, hal ini dikenal dengan istilah kurva distribusi normal. Bila suatu populasi dikelompokkan, akan terbentuk kurva distribusi pada kedua ujungnya, 2% kanan dan 2 % kiri dianggap sebagai standar deviasi atau abnormalitas. Jadi, sesuai dengan teori dr. Kinsey, yaitu 2% homoseks dan 2% heteroseks dianggap abnormal. Yang termasuk kedalam kelompok heteroseks murni adalah orang yang 100% orientasinya heteroseks. Orang ini tidak mungkin bisa bergaul di masyarakat dan menjadi penyakit masyarakat, seperti juga halnya dengan kelompok homoseksual murni, mereka tidak bisa berkomunikasi dengan sesama jenis dalam bentuk apa pun.Lebih lanjut Alfred Kinsey (1961) menyebutkan bahwa sisa manusia 96% yang biseksual itu dimasukkan ke dalam beberapa kelas sesuai derajat homoseksual dan heteroseksualitasnya, misalnya kelompok tengah adalah kelompok 50:50. Derajat seksualitas ini tidak berarti sebagai ekspresi seksualitas. Walaupun seseorang berada pada kelompok ekstrem kanan dalam skema Kinsey, yaitu 10% heteroseksual dan 90% homoseksual, akan tetapi karena sejak kecil berkembang di lingkungan heteroseks, potensi homoseksnya yang 90% itu tidak akan berkembang dan bisa saja seumur hidup dia merupakan heteroseks yang baik karena aspek berlawanannya tidak berkembang. Hal yang sebaliknya juga bisa terjadi pada orang yang berada dalam kelompok ekstrem kiri yaitu 90% heteroseks dan 10% homoseks, bila berkembang di lingkungan homoseks, bisa saja terekspresi sebagai seorang homoseks tulen karena aspek heteroseksnya tidak berkembang. Dari teori ini, kita melihat bahwa lingkungan sangat dominan mempengaruhi orientasi seksual manusia. Dampak HomoseksualWalaupun World Health Organization (WHO) telah mengeluarkan homoseksualitas dari daftar penyakit kejiwaan pada tanggal 17 Mei 1981, dan mengeluarkannya dari daftar penyakit pada tahun 1992 (Kamilia Manaf: 2007), tetapi dampak dari homoseksual tidaklah maini-main. Hal ini terbukti dari data penderita HIV/AIDS di Amerika.Data pasien AIDS di Amerika menunjukan bahwa penderita AIDS terbanyak ditunjukan oleh kaum homoseksual atau biseksual sekitar 65%, pengguna jarum suntik 17%, homoseksual dan suntik 8%, hemofilia 1%, penerima tranfusi darah 2%, heteroseksual 4% dan lainnya 3%. Data pada tahun 2002 juga menunjukan angka yang tidak terlalu jauh yaitu sebagai berikut: 68,3% homoseksual, 12,9% karena obat suntik, 8% homoseks dan jarum suntk, hemofilia 2,1%, heteroseksual 3,4%, tranfusi darah 0,7%, ibu pengidap HIV 0,6% dan lainnya 4%.Dari data diatas, fakta kebanyakan menyebut angka penyebab AIDS paling tinggi terdapat di kalangan mereka yang melakukan hubungan seksual sesama jenis dan kemudian disusul pengguna narkoba suntikan, baru disusul hubungan heteroseksual, dan kemudian di susul penyebab lainnya. Penyebab Homoseksual Memang diakui terjadi perbedaan pendapat diantara para ahli mengenai penyebab homoseksualitas. Freud (Fact about Sexuality and Mental Healt: 2007), berasumsi bahwa semua manusia pada dasarnya adalah mahluk biseksual atau penggabungan homoseksual dan heteroseksual, ia kemudian mengemukakan bahwa individu menjadi homoseksual ataupun heteroseksual didapat sebagai hasil dari pengalamannya berhubungan dengan orang tua dan yang lainnya. Tentang homoseksual ia menulis: “Homosexuality is assuredly no advantage, but it is nothing to be ashamed of, no vice, no degradation, it cannot be classified as an illness; we consider it to be a variation of the sexual function produced by a certain arrest of sexual development. Many highly respectable individuals of ancient and modern times have been homosexuals, several of the greatest men among them (Plato, Michelangelo, Leonardo da Vinci, etc.). It is a great injustice to persecute homosexuality as a crime, and cruelty too….”.Jadi, menurut Freud pada dasarnya individu sudah memiliki potensi sejak lahir untuk menjadi homoseksual dan heteroseksual. Terjadinya orientasi seks homoseksual, heteroseksual, atapun biseksual tersebut dipengaruhi oleh lingkungan, khususnya lingkungan masa kecilnya bersama kedua orangtua. Orientasi seksual merupakan variasi yang terjadi dalam perkembangan seksual individu yang akan berkembang sesuai dengan kondisi lingkungan sehingga homoseksual bukanlah sebuah penyakit. Pada perkembangan selanjutnya, tokoh-tokoh psikoanalisa meninggalkan pandangan Freud ini. Sandor Rado (Fact about Sexuality and Mental Healt: 2007) meninggalkan asumsi Freud mengenai pembawaan individu yang biseksual. Ia dan tokoh psikoanlisa lainnya (Bieber: 1962), berpendapat bahwa homoseksual diakibatkan hanya oleh pengalaman individu bersama kedua orangtuanya, yang dimulai sejak masa oedipal period (sejak umur 4-5 tahun). Sedangkan Charles Socarides: 1968 (Fact about Sexuality and Mental Healt: 2007), mengungkapkan bahwa perkembangan homoseksual individu dimulai sejak masa pre-oedipal dan sesuadahnya.Seorang laki-laki dapat menjadi seorang gay bila memiliki hubungan yang terlalu erat dengan ibunya atau karena kurang dan hilangnya figur kebapakan dalam keluarga, sehingga bapak yang terlalu disiplin yang pada perkembangan selanjutnya memunculkan kebencian pada laki-laki secara umum. Hal ini berlaku terbalik pada kasus perempuan lesbian dimana posisi ibu hilang atau terlalu disiplin dan ayah yang terlalu dekat dengan anak perempuannya. Sebagian besar psikolog dan psikiatri percaya bahwa hal ini adalah “penyebab” utama homoseksualitas yang baru kemudian mengubah proses biologis dalam tubuh (Hosea Handoyo: 2007). Mengatasi Homoseksualitas
Didalam Psikoanalisa untuk mengatasi homoseksual menurut Bieber (Soeharko Kasran: 2008) dapat dilakukan dengan terapi selam 350 jam, dari 1/3 homoseksual/ biseksual pria sebanyak 100 orang dapat ditanggulangi setelah 5 tahun. Mac Culloch dengan anticipatoryavoidance conditioning dapat mereduksi homoseksualitas sebanyak 57% selama 2 tahun.
Yang paling utama dalam terapi ini adalah dengan adanya motivasi yang kuat yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri. Sedangkan agar meminimalisir kemungkinana homoseksualitas maka pada saat masih kanak-kanak, individu harus diberikan pendidikan secara proporsional oleh kedua orang tua khususnya pada usia 4 tahun keatas. Serang ayah harus memerankan perannya sebagai seorang bapak yang baik dan begitu pula seorang ibu harus memerankan perannya sebagai seorang ibu secara baik pula. Oleh karena itu pola asuh orang tua yang baik dapat meminimalisir kemungkinan individu menjadi homoseksual.
Referensi:
Al-Ghifari, Abu. (2002). Gelombang Kejahatan Seks Remaja Modern. Bandung: Mujahid Press.
Disheen. (2006). Apa dan Bagaimana Homoseksualitas. [Online].
Tersedia: http://disheen.tk/a?t=homoseksual+remaja+Penis+seks+Pria+AIDS+second+home&v=0&c=1&p=1&r=1183162975050 [8 Maret 2008]Handoyo, Hosea. (2008). Gaya Pride: Homoseksual dipicu Lingkungan dan Gaya Hidup. [Online]. Tersedia: http://www.netsains.com/index.php/page_info/pid_216 [23 Februari 2008]Just the acts Coalition. (2008). Just the Facts About Sexual Orientation and Youth: A Primerfor Principals, Educators, and School Personnel. [Online]Tersedia: http://www.apa.org/pi/lgbc/publications/justthefacts.html. [8 Maret 2008]Kasran, Suharko. (2008). Norma Nilai Etika Moral dalam Kehidupan Psikoseksual. [Online]. Tersedia: http://www.geocities.com/forkos_keswais/moralpsikoseksual.html[23 Februari 2008]Manaf, Kamilia. (2007). Lesbian, Normal Kalee..!!. [Online] Tersedia: http://www.satupelangi.com/lesbiannormalkalee.htm [8 Maret 2008]MaPI. (2007). Homoseksualitas. [Online] Tersedia: http://www.percikan-iman.com/mapi/index.php [8 Maret 2008]Psychology.ucdavis.edu (2008). Facts About Homosexuality and Mental Health. [Online]. Tersedia: http://psychology.ucdavis.edu/rainbow/html/facts_mental_health.htm [23 Februari 2008]Riyanti, Deti & Evan, Sinly. (2008). Homoseksual, Tinjauan dari Perspektif Ilmiah.[Online]. Tersedia: http://www.chem-is-try.org/?sect=artikel&ext=120[23 Februari 2008]
adel
23 Mei 2008 at 9:48 am
saya anak psikologi UI, sedang membuat skripsi mengenai stres dan coping pada ibu dengan anak gay yang sudah coming out. ada yang bisa membantu saya? saya membutuhkan narasumber untuk penelitian ini yang dapat diwawancara dan bersedia berbagi informasi tentang penelitian ini. tapi kalau ada yang bersedia memberikan informasi lainnya,saya sangat berterima kasih. kalo ada yang bisa membantu tolong kabari saya di email veenha_venhus@yahoo.com. terima kasih.
Goez
12 Juli 2008 at 11:39 am
Fakta memang homoseks adalah bagian dari kehidupan di muka bumi ini. Dengan sendirinya hal itu merupakan pelengkap dari bumbu-bumbu dosa di muka bumi. Siapapun yang lahir kedunia sudah membawa dosa. Mungkin kalau dia heteroseks, dosanya dalam bentuk lain seperti cacat, miskin atau apalah. Orang cacat kalau mau bisa diterapi agar menjadi lebih mandiri atau paling sedikit ada beberapa elemen fungsonal sebagai manusia dia raih. Orang miskin kalau dia sadar bahwa miskin itu enggak enak, akan berusaha sekuat tenaga untuk mengatasi kemiskinannya. Paling sedikit bisa mencukupi kebutuhan makan sehari-hari. Nah, orang homo ? Kalau ingin enggak dicemooh oleh orang-orang, berusaha untuk tidak menunjukkan kehomoannya. Kalo bisa belajar menyukai perempuan, memacari kalo bisa menikahi. Semudah itukah ? Tidak…Saya adalah seorang homoseksual sejati yg sangat membenci kehomoan saya. Kemudian saya berusaha dengan segala daya upaya untuk menyukai perempuan. Saya kemudian menikah dan memiliki anak-anak. Tetapi rasa kehomoan saya enggak bisa hilang, malah makin menjadi-jadi…sampai saya enggak tahan dan berterus terang dengan istri. Dia sangat terluka dan enggak bisa menerima.Sangat menderita banget menjadi seorang homo. Saya hanya berpesan kalo kamu menjadi homo sudah dari sononya, bukan muncul setelah bergaul dengan kaum homo, terimalah dirimu apa adanya. Jangan sampai berusaha jadi bi atau hetero karena kamu akan membunuh dirimu sendiri, istrimu dan anak-anakmu…Salam sehati.
Anonymous
14 September 2009 at 8:50 am
saya setuju dngan pndapatmu…
Zaman
29 November 2010 at 1:01 am
Ketentuan yang diertikan musibah semua datang dari TUHAN. Banyak2 lah berdoa agar TUHAN hilang kan SSA itu. JIka ia tidak berlaku itu bermakna memang ujian hidup kita berjihad melawan nafsu dan anda pasti dapat ganjaran yang besar di akhirat kerana lagi payah ujian itu lagi tinggi darjat mu di sisi NYA.
anang
25 April 2011 at 6:25 am
belajarlah agama dengan baik,,lakukan shalat tepat waktu,selalu berzikir dan mengingat ALLAH SWT setiap waktu,,,,cinta sejati hanya CINTA KEPADA ALLHA semata,,cinta kepada sesama manusia hanya semu belaka,,,,pernikahan adalah salah satu cara untuk mencari ridho dari ALLAH SWT,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,banyaklah bergaul dengan orang2 sholeh…
insya allah kita akan diberi petunjuk ke jalan yg benar..
wassalam
Cassandros
29 Agustus 2008 at 4:40 pm
Goez
TIdak ada yang namanya “homo dari sononya.” Ketika sebagian ahli menyatakan bahwa ada sekian persen predisposisi genetis dari homoseksualitas, mereka tidak bermaksud menyatakan bahwa ada sebagian homo yang dilahirkan demikian. Mereka hanya mau mengatakan bahwa seseorang menjadi homo adalah karena kombinasi faktor biologis dan lingkungan, bukan salah satunya saja.
Juga, predisposisi genetis tidak memaksa orang untuk melakukan sesuatu, misalnya mengkhianati istrinya. Paling banter, predisposisi itu hanya membuat anda tertarik pada sesama jenis. Tapi apakah anda mau setia atau tidak, itu pilihan anda. Jadi, berhentilah menyalahkan gen anda, mulailah ambil tanggung jawab atas pilihan anda. Salah satunya adalah saudara saya bung Alif, meski dia homo, tapi ia berjuang untuk melawannya. Ia tidak pasang target untuk jadi hetero. Ia hanya melawannya, dan berpasrah kepada Tuhan apapun hasilnya. Karena ia sadar, bahwa tanggung jawabnya adalah mengendlaikan peirlakunya, bukan mengubah ketertarikannya. Komennya dpaat dibaca di sini: http://helda.blogdetik.com/2008/08/15/homoseksualitas-pasrah-atau-berjuang/#comment-609
Anonymous
8 Maret 2012 at 3:28 pm
Ada homo dr sono. Contohnya gw. Udh gw coba susah mati perbuha ttp aja ga bisa. Ni muka gw gw buang mulu klo berhadapan ke orang yang gw suka. Tau ga sakit nya gmana ni hati ?!!! Lo ga tau krn lo bukan gw ! Orang ngomong pada enak bener . Yg ngerasain gww ! Bukan eloo. Jgn sok tau.
rifqi
11 Oktober 2008 at 2:43 am
penyebab penyimpangan pada orientasi seks adalah nafsu, ALLAH SWT memang menciptakan laki-laki yang tidak memiliki kemampuan (maaf > berjima’) / tidak tertarik dengan perempuan tapi lelaki yang semacam ini hendaknya bersabar dan tetap berkomitmen terhadap aturan ALLAH SWT bahwa homoseks haram hukumnya.
naz-q
11 Oktober 2008 at 8:13 am
Allah pasti punya tujuan dalam setiap keinginanya.
jika anda termasuk orang-orang pilihan Allah dalam menjalani ujian sebagai orang Homo maka hendaknya anda bijak dalam menjalani ujian yang telah diberikan oleh Allah kepada anda.
janganlah anda pasrah dan menyalahkan Allah atas ujian yang telah diberikan kepada anda. Allah takkan memberikan suatu cobaan diluar batas kemampuan anda untuk menjalaninya, percayalah.
jika Iman manusia kecil maka Allah akan mengujinya dengan kecil pula dan jika iman manusia tinggi maka Allah akan menguji iman manusia itu dengan tinggi pula jika anda termasuk orang homo maka percayalah bahwa anda termasuk orang-orang pilihan yang dianggap Allah orang yang dapat menjalani ujian dan cobaan yang telah diberikan oleh Allah kepada anda, dengan catatan anda harus bertawakan dan bertakwa kepada Allah dan hindari segala perbuatan yang dilaknati oleh Allah.
semoga kita semua dapat mejalani takdir yang ditulis Allah dengan selalu bertawakal kepada Allah. Amin. god bles u all.
ai
29 September 2009 at 4:31 pm
iya aku selalu beursaya bagaimana cara ki untuk terus berjalan dijalan allah dan menjahui larangannya doa kan saya semoga dapat terbebas dari perbuatan yang terkutuk ini.
frizy
8 Mei 2011 at 3:37 pm
aku akan berusaha
Anis Anwar
26 Oktober 2008 at 10:22 pm
Ad dua orang rakan saya yang terjebak kadalam gejala ini.
Kisah pertama,
Dia tertarik akan susuk tubuh rakannya yang agak tegap tapi kurus jer. Malah rakannya ini suka pula menayangkan badannya dan sentiasa memakai pakaian mencolok mata di dalam dorm. Namun, dia sedar itu adalah ujian baginya. Dia mengambil langkah bijak dengan jarang masuk dorm dan tidak bergaul dengan rakannya yang berpakaian sedemikian apatah lagi untuk memandangnya. Dalam masa dua bulan dengan berkat keikhlasannnya terhadap Allah, Allah telah membantunya. Dia pun mampu berubah.
Kisah kedua,
Rakan saya terjebak secara tiba-tiba tanpa kami tahu faktornya. Namun dia tidak mahu berubah malah melakukannya terhadap ‘idolanya’ padahal idolanya ni pula orang yang menutup aurat. Lama kelamaan aktivitinya telah dikesan dan telah diberi pengajaraan secara fizikial dan tidak lama kemudian dia semakin pulih.
Maka perllihatkan dua situasi yang sungguh berbeza. Semangat untuk berubah,ikhlas dan ingat kepada Allah merupakan kunci utama. Tiada alasan unutk berdolak dalih.
Al FarRidLlaH
19 November 2008 at 3:12 am
saya lagi nyusun proposal bwt skripsi, sekarang saya butuh fakta-fakta mengenai homo di kalangan remaja putri yang tinggal satu asrama.kalau ada yang bersedia membantu saya sangat berterima kasih, dan kalu ada yang bisa membantu tolong hubungi saya di email ALinQilabiy@plasa.com.terima kasih
bang dava
24 Juli 2010 at 5:22 am
REVISI : HOMO remaja putri???
yg ada LESBY remaja putri
luthfis
19 November 2008 at 12:09 pm
ooo,,, sama saya juga sedang nyusun skripsi tentang homo….
ardi
15 Maret 2009 at 3:00 am
ayo lawan homoseksual
vhica
15 Maret 2009 at 10:09 am
homoseksual tuh biadab bngt yuuaaaaa
kya 9a ad cwe aj bkn;y cwe itu makhluk pling indah…. binatang aja ga mw sma sesama jenis
anang
25 April 2011 at 6:30 am
cinta kepada sesama jenis((nauzubillah himinzalik)) ,,dan juga kepada lawan jenis yg hanya dilandasi nafsu belaka hanya menimbulkan dosa semata…..pernikahan dalam islam tujuan utamanya adalah untuk mencari ridho dari ALLAH SWT….
radit
17 Maret 2009 at 1:52 am
homoseksual bukan genetis ataupun dari sononya, homoseks adalah pilihan hidup. saya juga seorang homo, tapi saya berusaha menyeimbangkan dan menahan nafsu saya.
ai
29 September 2009 at 4:34 pm
aku setuju mas aku juga berusaha untuk lepas dari belenggu setan ini.
jemy cruzz
20 November 2009 at 7:46 am
..Hi all,
Pada dasarnya gue emang memiliki perasaan suka ama sesama jenis itu dari kecil, ngilangin perasaan gay itu emang gak mudah, berdasarkan pengalaman gue neh, keinginan melakukan perbuatan homoseksual itu berawal dari mata, ketika ngelihat cowok laen yang lebih sexy , gue ngerasa tertarik dan berfantasi untuk melakukannya lebih dari sekedar melihat. Asal kalian semua tahu, sakitnya luar biasa, ketika menahan keinginan itu, disatu sisi itu adalah object yang sedap dipandang mata tapi hati nurani mengatakan itu perasaan berdosa. Berusaha mengalihkan pikiran adalah hal yang amat berat buat gue. Tapi gue nyadar kalo itu semua gak boleh terjadi, mendingan gue mikir dua kali daripada melakukannya, kenapa? melakukan perbuatan homoseksual itu selain beresiko terhadap penyakit berbahaya, juga tidak akan pernah ada pengakuan dimata masyarakat dan pastinya itu dilarang Tuhan. Berusaha mengendalikan pikiran adalah perjuangan yang amat menyiksa ketika keinginan itu tiba dan gue gak punya pelampiasan. Tapi sejauh ini gue masih bisa nahan koq. ….Andaikata sekali saja gue melakukan perbuatan sex dengan sesama jenis itu tidak akan pernah menghilangkan rasa haus gue akan sex , jauh dari kata mengobati malah mungkin ketagihan. Rugi banget kalo gue melakukan perbuatan homoseksual, sudah bisa dibayangkan kenikmatannya hanya sedikit dan sesaat tapi tidak sebanding dengan resiko dan adzab Tuhan yang bakal gue terima. Gue yakin tidak akan pernah ada kepuasan sexual dengan melakukan percintaan sesama jenis, lagian nyari pasangan gay itu gak mudah koq…, gue gak munafiq dengan perasaan gue yang tertarik dengan sesama jenis tapi gue nyadar kalo hasrat sex itu bukan segala – galanya, dan gue gak harus melakukannya.! Gue gak mau jadi budak nafsu gue sendiri, akal sehat harus mampu mengendalikannya, gue yakin suatu saat gue bakal berubah. Janji sampai mati kalo gue gak bakalan melakukan perbuatan homo seksual cukup sebatas perasaan saja, lagi gue gak mau mati dalam keadaan gay…
Kucing
1 Januari 2010 at 11:43 pm
Gw kagum sama lo.gw punya beberapa sahabat yang gay.Gw sih welcome n sayang banget sama mereka….gimana yah brasa punya sahabat perempuan tapi gada persaingan di antara kita..So gw tau pasti susahnya melawan perasaan itu..Mo gimana lagi mungkin tiap manusia memang dikasi bebannya sendiri2 di dunia ini..bisa sembuh atau engga..jawaban gw PASTI BISA karena menurut keimanan gw ..engga hal yang ga bisa Tuhan sembuhkan..asal kita mau, kita percaya, dan mau berusaha..itu adalah hal yang masi gw usahakan dari sahabat2 gay gw…Buat elo, terus berjuang yahhhhh……
ellen
5 Desember 2009 at 11:21 am
seorg homosex bs dismbhkan lg ga? klo bs gmn cara nya.
fera
8 Desember 2009 at 1:47 pm
saya mahsiswa yang sedang menyusun skripsi tentang homo, ada y bisa bantu saya utk mencari informasi ttg kehidupan gay tu, atau kalau ada salah satu alamat komunitas gay, boleh dibagi donk………
mikha
18 Februari 2010 at 11:56 am
aku punya adik yang masih smp…
dia mulai nunjukin tanda2 suka ama sesama jenisnya…
aku sedih bgt…
mama juga udah mulai ngerasa…
sekarang kita bingung gimana caranya menangani dia…
soalnya aku berasa dia t rentan bgt…
aku takut kalo kasih dia saran atau marah ama dia…
bisa buat dia gak nyaman ama keluarga dan bisa makin terjerumus…
mama jadi stress…
ampe jantungnya sakit…
aku minta saran nya y…
thx…
kalo kita harus k dokter, dokter siapa??
kalo gak langkah apa yang harus kita ambil…
dia bisa sembuh gak y???
bang dava
24 Juli 2010 at 5:26 am
SMOGA kita bisa berbagi informasi call/sms aq insya allah q ada sedikit saran: 083834040169
dimaz zhie
5 Maret 2010 at 6:20 am
yang merasa homo adlh pilihan berarti GOBLOK ! mana ada yg milih jd gay?sy heran sm kalian semua..gak di sini atau di manapun maunya menang sendiri tanpa tau apa yg sebenarnya terjadi! saya tegaskan homoseksualitas kemungkinan tergolong dua jenis,yg pertama karena bawaan lahir yg hubunganya dg ketidakstabilan hormon,penyimpangan kromosom,kelainan genetik,dan kelainan DNA.
yg kedua karena faktor external,yaitu lingkungan..dan perkembangan mental selama hdup..
tp penyebab yg paling berpengaruh adalah faktor internal!dan msih bnyk hal ttg homoseksual tp kalian semua tak tau dan tak mau tau! yg kalian tau hanya mencaci,menghakimi,menghina,tanpa tau kenapa dan apa sebabnya..
terimakasih bg yg simpatik pd kaum tsb,bantulah mereka untuk sembuh..
dan MENDINGAN LOE2 YG GAK NGERTI N BISANYA MENGHINA KE TONG SAMPAH AJA! KARENA KALIAN EMANG SAMPAH! KALAU MAU MENGHAKIMI ITU MBOK YA CARI TAU DULU,JANGAN ASAL NGOMONG!
joels
13 Maret 2010 at 5:48 am
sabar brother, sesungguhnya Allah bersama orang2 yang sabar
bang dava
24 Juli 2010 at 5:28 am
istiqfar om…
UNYI
25 Maret 2010 at 3:47 am
SAYA INGIN BERTANYA APA YANG HARUS DI LAKUKAN OLEH KITA JIKA PUNYA TEMAN YG HOMO?BAGAIMANA CARA MENANGANINYA?
vena
10 Agustus 2010 at 4:17 am
KLU mnurut saya;
kita hrus bs bwt dy lupa tntng homo sex itu;
pling gx, kita ajk dia refresing.
atw, yg lain nya. BIAR DIA BS TRHIBUR n lupa sma itu…….
UNYI
25 Maret 2010 at 3:48 am
BAGAIMANA SIKAP KITA DLM MENAGANI TEMAN YG TERLIBAT DALAM HOMO!
dew
18 Mei 2010 at 2:34 pm
Salam, saya juga sedang mencari artikel tentang homoseksual. Belum lama ini saya mengikuti sebuah seminar kecil tentang pola asuh. Pembicaranya menjelaskan tentang bagaimana pengalaman seksual yang terlalu dini dapat merusak fungsi otak dan mempengaruhi perilaku manusia dewasa. Salah satu bagian otak kita yang berada dekat kening depan (saya lupa namanya.. cortex apa gitu) berfungsi sebagai filter rangsangan, dan jika pertumbuhannya dijaga baik maka ketika dewasa orang akan lebih terkendali/bisa membedakan mana baik dan buruk/bisa menilai sesuatu dengan dewasa.
Rangsangan seksual atau pengalaman seksual apapun bisa memicu aktifnya hormon tertentu, yang apabila fungsi “cortex blablabla” tadi keadaannya tidak baik atau belum matang bisa merusak keseimbangan kerja otak keseluruhan.
Saya nggak tau teman-teman yang homoseksual, apakah ingat waktu kecil pernah mengalami kejadian dimana anda di sodomi/diperkosa sesama jenis/mendapatkan pelecehan seksual dsb? Saya tidak mau menggeneralisir karena memang bukan ahli, tapi 3 orang teman saya yang homo ketika saya korek masa lalunya mengakui bahwa mereka waktu kecil pernah mengalami sexual harrassment oleh sosok pria dewasa.
AYU
10 Agustus 2010 at 4:07 am
IH, koG ad y, YG KY gtuan???????????????????
aneh bgt deh, zmn modern gni mci ad org kyk gt.
tu hrus di cegah deh/////
ricky
3 September 2010 at 8:10 am
saya seorang gay.. saya mulai merasa menjadi seperti ini sejak umur 6 tahunan lah,, waktu itu dilingkungan rumah saya terlalu banyak teman wanita dan saya bergaul dengan mereka.
tetangga saya sudah bilang sama mama, ini mulai gak bener.. coba ditangani.. saya diegur karena bertingkahlaku layaknya anak perempuan, namun saya terus berada di lingakaran yang sama. sampain akhirnya salah satu teman wnita zaya mengajak berhubungan (ia perempuan)… walaupun hanya semi sex saja, tidak buka baju malah, hany asebatas kissing dan peting.. hal ini terus terjadi sampai saya smp… namun rasa ketertarikan terhadap lelaki masih tetap ada di diri saya..
hingga akhirnya saya pindah dan rasa gay makin mendalam di diri saya…
saya juga pernah pacaran dengan perempuan 2 kali… itu benar2 adanya rasa suka, namun nafsu terhadap wanita tidak ada.. tapi saya benar2 suka dan sayang sama pacar2 saya..
saat ini saya berumur 21 tahun, saya naksir dengan seorang pria dan juga wanita…
saya sangata sayang dengan pria itu, dia teman saya… namun hanya saya yang tahu..
saya juga sedang suka dengan wanita, dia juga teman saya… namun baru2 ini saya tahu kalau dia akan menikah dalam 6 bulan kedepan.. jujur hati saya hancur banget denger hal ni… tapi mau buat apa lagi coba, saya belum semept ungkapin rasa sayang saya sama wanita itu..
disamping itu nafsu saya terhadap laki2 khususnya teman pria saya itu masi ada..
saat ini mungkin saya berada di titik puncak…
saya tahu suada berbuat dosa.. belakangan ini saya mulai berani untuk video cam dengan pria… tapi JUJUR HATI KECIL SAYA MENOLAK… namun saya kurang mampu mengendalikan nafsu saya…
saya mau sekali berubah kembali menjadi lelaki yang hanya nafsu, cinta, tertarik dengan wanita… saya stress… apa yang harus saya lakukan..
bagi kaian yang baca, dan tahu latar belakang hidup saya mungkin ada solusi yang tepat.. ada psikiater yang mungkin bisa bantu saya,,, saya mau berubah,,., bantu saya ya,,,
Lidia (Hawa Lambert)
9 Juni 2011 at 9:56 am
Kalau cara mengobati homoseksual sih, aku nggak bisa ngasih saran… Tapi aku tahu apa gimana caranya enjoy jadi gay! Dengan menjadi seorang gay, ada peluang buat jadi pacar Adam Lambert, kan!
nando
9 Desember 2010 at 6:20 am
Setah bca2 komen,, aku langsung sadar,, sebenarx udah sadar emang seh. Aku jg seorang homo,, malah kalo ngeliat temen aku,, serasa ingin enak d bagian bawah. Tp aku sadar kalo aku tuh laki, jd sy berusaha u/ menahan nafsu aku, tp yg anehx kalo aku nnton bf yg heteroseksual kok malah lebih terangsang dr pd ngeliat yg homo,, malah pengen muntah…
Ihhh,, ngeri!!!
Tp qok aku bsa jd gini yah?? masih jd misteri besar,, karena secara tiba2 sy itu malah sukax ama laki2…
Aneh,, kalo emang ini cobaan,, alhamdulillah lah,, karna ngeliat dr persen d atas,, trxata masih sedikit yg homo kyk aku,, berarti ini adlah ujian supya sy dpt menjadi pribadi yg lebih baik lg,, dr hari kemarin,, skarng,, maupun esok… Semangat…
Jebur
9 Februari 2011 at 4:42 pm
Memang sangat sulit membedakan homoseks dgn yg normal. Tetapi ingatlah asal jgn sampai melakukan sodomi, maka semuanya gapapalah.
riko zerzi
15 April 2011 at 8:32 am
hai sorry ya aku juga gay tapi apa boleh buat selagi kita bisa dan ingin berubah semoga tuhan memberi yang terbaik.jujur jadi gay itu amat lah sulit tapi kenapa ya orang -orang hanya pandai mencela dan tidak memberi solusi.bagi kamu yang tau tips nya buat kami kaum gay sembuh harab di tulis lagi ya!!!!!!!!!!!jujur ini bukan kehendak kami ingin menjadi gay dan kami brharap semoga yang telah memberi kami motivasi tuk bangkit and sembuh mg dapat imbalan dari yang kuasa…….amiin
anang
25 April 2011 at 6:06 am
assalamu’alaikum warohmatulloh wabarokatuh
@sdr Riko Zerzi: satu2nya cara berubah menjadi orang yg sesuai kodratnya adalah dengan belajar agama dan beribadah dan sholat tepat waktu, dan selalu mengingat ALLAH SWT setiap saat dan setiap waktu…Ingat cinta yg sejati hanyanyalah CINTA KEPADA ALLAH SWT semata,,bila kita cinta kepadaNya,,pasti berbalas,,,,,,Beda kl kita hanya mengutamakan cinta kepada sesama manusia (apalagi bila hanya berlandaskan hawa nafsu semata,na’uzubillahhi mindalik)….Apalagi dalam Islam,pernikahan tujuan utamanya adalah untuk mencari ridho dari ALLAH,,,
saran dari saya belajarlah agama dengan baik,temuilah para ahli agama islam,seringlah shalat di masjid,,berkumpullah dengan orang2 sholeh…dan ingat bacalah Al-Qur’an ,,,,Inya Allah, kita akan diberi petunjuk menuju jalan yag lurus..amin
wassalamu’alaikum warohmatulloh wabarokatuh..
frizy
8 Mei 2011 at 3:44 pm
kalian tahu tidak bagaimana =caranya melepaskan sifat homoseksual? aku sungguh gak kuat menahan tentang semua in aku sudah bosan dengan sifatku yang GAy bantu aku ya teman2 aku butuh bantuan
sudah bosan aku terus terus kayak gini
fri
8 Mei 2011 at 3:44 pm
kalian tahu tidak bagaimana =caranya melepaskan sifat homoseksual? aku sungguh gak kuat menahan tentang semua in aku sudah bosan dengan sifatku yang GAy bantu aku ya teman2 aku butuh bantuan
arif
27 Mei 2011 at 1:50 pm
coba anda kenal dengan banyak cewek,dunia diciptakan berpasangan,anda terus membayangkan seorang wanita terus.sedikit demi sedikit anda akan tau bagaimana bahwa kaum hawa punya keistimewaan
Lidia (Hawa Lambert)
9 Juni 2011 at 10:01 am
Saya justru beranggapan bahwa homoseksual sama sekali bukan merupakan orientasi seksual yang salah. Homoseksual justru patut mendapat tempat yang sederajat dengan heteroseksual yang saat ini menjadi satu-satunya orientasi seksual yang diakui di negara kita ini.
Adalah hak setiap orang untuk memilih orientasi seksual mereka sendiri, entah itu heteroseksual maupun homoseksual. Keduanya sah-sah saja. Sebab pada hakikatnya, sex is all about love. Kalau menikah sama lawan jenis cuma buat jaim atau dikatain normal, tapi TANPA CINTA, sama aja bohong! Sementara menjadi seorang homoseksual, bukannya mudah mencintai lawan jenis, atau bahkan tidak bisa! Kalau memang udah jadi homoseksual, mau gimana lagi? Dipaksa kayak apa juga, tetep aja hasilnya nihil! Kan tak mudah melupakan orang yang sudah dicintai begitu saja! Lagipula, sebatas keduanya (pasangan homoseksual) merasa diuntungkan dengan same-sex relationship mereka, dan mereka hubungan mereka ini juga tak mengganggu orang lain, apa salahnya?
arif
10 Juni 2011 at 5:13 pm
dunia diciptakan berpasangan klo siang ada malam pagi ada sore pria dan wanita dan berjalan menurut berputarnya bumi tapi bila yang menyimpang pria suka pria wanita suka wanita,apa bisa melahirkan generasi?yang lumrah aja.
detya
24 Juli 2011 at 9:55 am
mas/mb, saya sedang melakukan penelitian tentang homoseksualitas. mohon bantuan informasi, dalam hal apapun (baik berupa narasumber, informasi, situs, komunitas, dll.). jika adda yang berminat untuk saya wawancarai, mohon hubungi saya di detyalonergy@yahoo.com
nanti qta bisa kontak lewat e-mail atau barter no hp untuk mempermudah komunikasi. jika memang bisa bertemu, saya akan menemui mas/mb bersangkutan.
terima kasih dan sekali lagi, mohon bantuannya.
Kiem
12 Agustus 2011 at 6:14 pm
Meskipun menyakitkan menjadi homoseksual, kita harus bisa keluar dari ini, waktu tidaklah berputar dua kali,. Selagi ada kesempatan untuk memperbaiki diri, perbaikilah diri ini n sayangi diri ini
kembali ke Allah SWT jalan satu2nya…. Keep holding on guys!!!
diaz vallent
11 September 2011 at 8:12 am
bagi para kaum gay yang ingin berubah, berjuanglah kalian pasti bisa, jika Allah SWT bisa menciptakan alam dan seluruh isinya baiok yang ghaib ataupun dhohir, kenapa dia tidak bisa menyembuhkan homoseks, tidak ada yang tidak mungkin baginNya.
karena dia pun melaknat perilaku kaum nabi luth yang melakukan hubungan seks sesama jenis secara terang-terangan,
Dia ( Allah SWT ), yang menciptakan perasaan gay, dia juga yang mampu menghilangkan perasaan itu,
maka dari Itu Memohon lah pada Nya dengan penuh asa tanpa perantara, niscaya Allah akan memberikan hidayahnya kepada meraka yang berdo”a dan memohon dengan ikhlas dan penuh asa,,
Anonymous
13 November 2011 at 5:53 am
aku pasti bisa sembuh amin ya allah
Anonymous
25 Desember 2011 at 11:53 am
apa sih penyakit \ dampak y bagi yg homoseksual?
dyxei
16 Januari 2012 at 9:32 am
well, ak bingung mau nulis apa