Oleh : Luthfi Seli Fauzi
Konseling logoterapi merupakan konseling untuk membantu individu mengatasi masalah ketidakjelasan makna dan tujuan hidup, yang sering menimbulkan kehampaan dan hilangnya gairah hidup. Konseling logoterapi berorientasi pada masa depan (future oriented) dan berorientasi pada makna hidup (meaning oriented). Relasi yang dibangun antara konselor dengan konseli adalah encounter, yaitu hubungan antar pribadi yang ditandai oleh keakraban dan keterbukaan, serta sikap dan kesediaan untuk saling menghargai, memahami dan menerima sepenuhnya satu sama lain.
Komponen-Komponen Konseling Logoterapi
Komponen-komponen pribadi dalam konseling logoterapi adalah kemampuan, potensi, dan kualitas insane dari diri konseli yang dijajagi, diungkap, dan difungsikan pada proses konseling dalam rangka meningkatkan kesadaran terhadap makna dan tujuan hidupnya.
Dalam logoterapi usaha meningkatkan kesadaran atas kualitas dan kemampuan pribadi- seperti pemahaman diri, pengubahan sikap, pengarahan diri, tanggungjawab, komitmen, keimanan, cinta kasih, hati nurani, penemuan makna hidup-merupakan hal-hal penting yang menentukan keberhasilan konseling. Selain itu konseli disadarkan pula atas rasa tanggungjawab untuk mengubah sikap dan perilakunya menjadi lebih baik dan lebih sehat serta bermanfaat bagi diri dan lingkungannya.
Tahapan Konseling Logoterapi
Ada empat tahap utama didalam proses konseling logterapi diantaranya adalah:
- Tahap perkenalan dan pembinaan rapport. Pada tahap ini diawali dengan menciptakan suasana nyaman untuk konsultasi dengan pembina rapport yang makin lama makin membuka peluang untuk sebuah encounter. Inti sebuah encounter adalah penghargaan kepada sesama manusia, ketulusan hati, dan pelayanan. Percakapan dalam tahap ini tak jarang memberikan efek terapi bagi konseli.
- Tahap pengungkapan dan penjajagan masalah. Pada tahap ini konselor mulai membuka dialog mengenai masalah yang dihadapi konseli. Berbeda dengan konseling lain yang cenderung membeiarkan konseli “sepuasnya” mengungkapkan masalahnya, dalam logoterapi konseli sejak awal diarahkan untuk menghadapi masalah itu sebagai kenyataan.
- Pada tahap pembahasan bersama, konselor dan konseli bersama-sama membahas dan menyamakan persepsi atas masalah yang dihadapi. Tujuannya untuk menemukan arti hidup sekalipun dalam penderitaan.
- Tahap evaluasi dan penyimpulan mencoba memberi interpretasi atas informasi yang diperoleh sebagai bahan untuk tahap selanjutnya, yaitu perubahan sikap dan perilaku konseli. Pada tahap-tahap ini tercakup modifikasi sikap, orientasi terhadap makna hidup, penemuan dan pemenuhan makna, dan pengurangan symptom.
wien
16 September 2008 at 2:09 pm
eh mau tanya niy… referensi tulisan itu dari mana ya?? krn aq lagi mendalami logoterapi 5 thn terakhir… n ini lg nyusun thesis… thx a lot…
Mardenny Tanjung
25 Desember 2009 at 4:38 am
Assalaamu’alaikum Luthfie. Salam kenal dari saya.
Saat ini sy tengah mendalami dan mencari referensi mengenai logoterapi, khususnya mengenai efektifitas logoterapi pada berbagai kondisi kejiwaan seseorang. Jika tidak keberatan, sy mohon referensi dari Luthfie mengenai buku-buku ataupun site yg berhubungan dengan logoterapi.
terimakasih, mg ini juga menjadi penghubung tali silaturrahim antara kita sesama muslim. Amin.
luthfis
25 Desember 2009 at 11:42 am
Salam kenal juga,, iya insyaallah…
ekspresionline.com
20 Juni 2010 at 3:30 am
waw! ini mempercerah informasi, lebih nyambung deh sekarang sama tugas yang harus aku selesaikan….. thanks
igas
12 Desember 2010 at 3:07 pm
gini nih namanya mahasiswa yang lagi terdesak nyari buku di perpus engga dapat jalan terakhir lewat web. hehe makasih loh mas. infonya, kapan” silahkan berkunjung ke blogku yang reot.hehe
Rizki Erdiantoro
27 September 2011 at 3:46 am
masih beLom paham nih bedanya dengan konseling yang lain,,perasaan sama aja ya kayak CBT,,
luthfis
27 September 2011 at 4:58 am
@Rizki:
CBT berasal dari kelompok konseling behavioral pada awalnya, sedangkan Logo berasal dari kelompok kognitif. oleh karena itu pendekatan dalam penangan kasusnya pun berbeda, jika CBT dalam menyelesaikan kasus lebih menekankan pada perubahan pola pikir yang dikuatkan dengan tugas behavioral, maka dalam logo hal yang terpenting adalah agar individu mendapat makna baru dari masalah yang dihadapi.
Contoh:
CBT : Saya sedih karena pacar saya meninggal. >hasilnya>> pacar saya sudah meninggal, dan orang yag meninggal tak bisa hidup kembali, tak ada gunanya terus bersedih, saya harus melanjutkan hidup saya(kognitif) >> agar tidak sedih saya akan melakukan (behavioral) melakukan 1) 2) 3) dll.
Logo: Saya sedih karena pacar saya meninggal. >hasilnya>> Saya yakin Tuhan punya rencana yang baik kenapa pacar saya meninggal, oleh karena itu saya tidak boleh bersedih.
semoga sdikit mencerahkan..
Anonymous
18 Maret 2012 at 12:42 am
terimakasih banyak atas ilmunya,, mau tanya,,,kalo ciri-ciri konseling logoterapi apa ya??? thx