
Suatu ketika, hiduplah seorang anak di sebuah rumah. Rumah itu cukup besar, untuk seorang anak yang tinggal hanya berdua dengan Ibunya. Ada banyak kamar dan ruangan disana. Setiap kamar, dipisahkan oleh sebidang tembok.
Namun, yang paling menarik adalah, ada satu ruang disana yang tak memiliki pintu, dan hanya sebidang tembok yang melingkupinya. Anak ini sangat tertarik dengan tembok tersebut. Sebab, seringkali ia mendengar suara-suara yang menyenangkan disana. Ada nyanyian gembira, senandung damai, dan iringan musik yang membuatnya tambah penasaran
Sang anak lalu bertanya pada Ibunya tentang kamar itu. Namun, beliau tak memberikan jawaban yang pasti. “Cari tahulah dengan caramu Nak,” begitu ujar sang Ibu. Banyak pikiran yang berkecamuk dalam benaknya. Ada apakah disana? Apakah disana ada banyak kesenangan dan kebahagiaan, seperti yang selalu terdengar dari luar?
Atau apakah, di sana ada cuma ada ruang yang gelap, pengap dan menakutkan? Mungkinkah disana ada mahluk yang menyeramkan, yang akan siapa memakan siapapun yang masuk ke dalamnya?Bagaimana cara memasuki kamar itu, sebab tak ada celah baginya untuk masuk kedalamnya? Lagi-lagi, ada banyak pikiran yang terus berkecamuk dalam benaknya. Ia pun juga bingung. Tembok itulah yang menjadi tantangannya.
Namun suatu ketika, tanpa sengaja, anak itu terjatuh di depan tembok kamar itu. Tangannya menghantam cukup keras ke arah tembok. Brakk. Ahha, tiba-tiba, tembok itu roboh. Dan terpampanglah keadaan di dalam kamar itu. Disana, tampak sang Ibu, yang sedang memainkan piano dengan anggun. Dia tersenyum. Di sekitarnya, tertata puluhan alat musik lainnya. Ternyata, suara-suara itu berasal dari permainan musik sang Ibu. Semua itulah yang membuatnya penasaran.
***
Teman, kita semua, punya “tembok-tembok” yang harus ditembus. Setiap kita, punya halangan-halangan yang membuat kita sering berhenti untuk berusaha, dan mencari tahu. Ada banyak sekali harapan-harapan yang seringkali gagal hanya karena “tembok” besar yang menghadang. Karena seringkali, tembok itu menjadi sesuatu yang paling menakutkan buat kita.
Memang, dan ya, memang, tembok-tembok itu bisa jadi penghalang. Namun, tembok-tembok itu adalah juga tantangan buat kita untuk berusaha. Ada banyak keindahan-keindahan yang hadir saat kita mampu menembus rintangan itu. Ada banyak hal yang menakjubkan yang, siapa tahu, tercipta saat kita mampu melewatinya.
Jadi, siapkah kita menembus tembok-tembok kegamangan itu? Saya yakin. Kita semua bisa melewatinya. Amin.
catilla
18 Oktober 2011 at 12:59 am
assalamu’alaikum wrwb. mohon ijin memberi comment.
Ya..saya sepakat, kita semua di kelilingi tembok-tembok yang bukan hanya menghalangi pandangan kita, tapi juga membuat kita secara sukarela mendiami penjara psikologis hanya karena adanya istilah kelas bawah, kelas ekonomi lemah, kalangan awam, dan lain sebagainya. Dan, dengan tembok-tembok itu pula kita semua mendapatkan pembenaran untuk memperlakukan atau diperlakukan secara berbeda antara manusia yang satu dengan manusia lainnya.
Lebih dari sekedar memotivasi diri untuk merobohkan tembok-tembok tersebut, juga perlu dibangun kesadaran bahwa tembok-tembok imajiner itu bukan ada dengan sendirinya atau hanya sekedar hasil rekaan kita sendiri. Tembok-tembok itu memang diciptakan oleh kekuatan-kekuatan tersembunyi (karena selalu menyembunyikan diri maupun tujuannya) untuk mengeruk keuntunggan. Dengan memilah-milah dan menyekat manusia dalam pebedaan bawah-atas, kaya-miskin, kompeten-tidak kompeten, tercipta dunia-dunia eksklusif. Yaitu sebuah kawasan imajiner yang tidak bisa dimasuki, kecuali oleh sedikit orang. Selanjutnya bisa ditebak, eksklusivitas dalam bentuk aset mewah (rumah, mobil, benda elektrnoik mewah), maupun berupa status, predikat dan gelar, menjadi impian sekaligus kebutuhan yang “wajib” dipenuhi oleh semua orang, sekalipun harus dengan cara mengutang.
semoga bermanfaat, wassallamu’alaikum wrwb
Anonymous
25 Oktober 2011 at 1:46 pm
makasih sudah berkunjung dan atas komennya… sangat bermanfaat skali….^^
byzcorpz
26 Februari 2012 at 3:40 am
Trima kasih atas inspirasinya Bermanfaat sekali…
^^