<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Luth d&#039; provokator</title>
	<atom:link href="http://luthfis.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://luthfis.wordpress.com</link>
	<description>Movement For Enlightenment</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 May 2012 00:25:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='luthfis.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/8e02f222cecfda3be81b25403c3c4c02?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Luth d&#039; provokator</title>
		<link>http://luthfis.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://luthfis.wordpress.com/osd.xml" title="Luth d&#039; provokator" />
	<atom:link rel='hub' href='http://luthfis.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Resensi: Coach Yourself To Success</title>
		<link>http://luthfis.wordpress.com/2011/10/25/resensi-coach-yourself-to-success/</link>
		<comments>http://luthfis.wordpress.com/2011/10/25/resensi-coach-yourself-to-success/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 14:00:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luthfis</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://luthfis.wordpress.com/?p=490</guid>
		<description><![CDATA[ISBN                : 9789790130982 Judul Buku     : Coach Yourself To Success Penulis            : Andrea Molloy Penerjemah    : Retnadi Nuraini Penerbit         : Raih Asa Sukses Cetakan          : 2010 Halaman         : 235 Halaman Buku karangan Andrea Molloy ini merupakan buku panduan kehidupan yang akan menuntun kita pada suatu cara untuk memahami diri dan mencermati apa yang mungkin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfis.wordpress.com&#038;blog=1202579&#038;post=490&#038;subd=luthfis&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ISBN                :</strong> 9789790130982</p>
<p><strong>Judul Buku     :</strong> Coach Yourself To Success</p>
<p><strong>Penulis            : </strong>Andrea Molloy</p>
<p><strong>Penerjemah    :</strong> Retnadi Nuraini</p>
<p><strong>Penerbit         :</strong> Raih Asa Sukses</p>
<p><strong>Cetakan          : </strong>2010</p>
<p><strong>Halaman         : </strong>235 Halaman</p>
<p>Buku karangan Andrea Molloy ini merupakan buku panduan kehidupan yang akan menuntun kita pada suatu cara untuk memahami diri dan mencermati apa yang mungkin menghambat diri untuk mencapai hal-hal yang kita inginkan. Buku yang merupakan aplikasi dari Life Coaching ini akan sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kinerja atau meraih target yang sudah ditentukan.</p>
<p>Buku Coach Yourself To Success merupakan panduan delapan langkah dalam life coaching yang akan menginspirasi dan membawa perubahan positif dalam hidup, sehingga kita bias meraih mimpi, target, dan cita-cita. Tak hanya itu, buku life coaching ini juga dilengkapi dengan sejumlah tips praktis dan tugas praktik yang bermanfaat untuk membangkitkan semangat hidup.</p>
<p><span id="more-490"></span></p>
<p>Buku ini dibagi menjadi delapan bab yang merupakan delapan langkah sederhana untuk mencapai kesuksesan yang kita inginkan. Pada tahap pertama dibahas mengenai pentingnya merumuskan target untuk meraih sukses. Pada tahap kedua buku ini membantu kita untuk mengenali nilai-nilai diri sebagai landasan hidup anda. Kombinasi dari nilai-nilai ini dengan target yang sudah ditetapkan pada tahap pertama akan menjadi cetak biru kesuksesan pribadi kita sepanjang memproses buku ini.</p>
<p>Pada tahap ketiga buku ini mengenalkan konsep perawatan diri sekaligus meminta pembaca untuk berpikir panjang dank eras tentang bagaimana merawat diri sendiri. Bab ini menantang para pembaca untuk bsia secara aktif memperbaiki kebiasaan sehat serta melakukan perawatan diri. Dengan penerapan konsep ini pembaca akan siap untuk menapak sukses dan sukses meraih prestasi dalam hidup.</p>
<p>Bab keempat menyajikan beragam cara untuk menyederhanakan hidup denagn membuatnya lebih teratur dan efisien. Dengan menyederhanakan didup diharapkan pikiran akan lebih jernih sehingga akan mempunyai waktu untuk merenungkan kembali cita-cita yang diinginkan.</p>
<p>Pada bab ke lima buku ini menelaah tentang hal-hal yang membuat kita minder sehingga menghambat diri untuk sukses. Disini juga dibahas cara mengatasi sejumlah pikiran negatif, juga cara mengembangkan perilaku positif.</p>
<p>Pada tahap ke enam dijelaskan pentingnya kepercayaan diri dan cara mengembangkannya. Pada tahap ini juga menitikberatkan pada kemampuan komunikasi non-verbal, seperti bahasa tubuh, gaya bicara, serta intonasi. Ditambah dengan sejumlah trik memunculkan kepercayaan diri secara instan.</p>
<p>Bab ke tujuh berisi sejumlah cara untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, baik di rumah maupun di lingkungan kerja. Dengan memupuk kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi pembaca diharapkan mampu bersikap lebih asertif. Sifat asertif ini menjadi salah satu elemen penting dalam mencapai kesuksesan pribadi.</p>
<p>Bab terakhir membantu memotivasi pembaca untuk mempertahankan konsistensi dalam meraih sukses. Pada tahap ini pembaca didorong untuk keluar dari zona nyaman serta terus menerus menerabas rintangan menuju kesuksesan dalam hidup.</p>
<p>Terlepas dari apapun makna sukses bagi pembaca secara pribadi, jika kita mempunyai visi jauh ke depan untuk masa depan, maka kita bisa merancang kehidupan kita sendiri. Buku Coach Yourself To Success ini memberikan pembaca sarana dan nutrisi untuk pikiran guna membantu merencanakan jalan menuju sukses, sekaligus memastikan bahwa pembaca bisa mencapai cita-cita pribadinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semoga Sukses Selalu!!</p>
<p>Selamat membaca!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luthfis.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luthfis.wordpress.com/490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luthfis.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luthfis.wordpress.com/490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luthfis.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luthfis.wordpress.com/490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luthfis.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luthfis.wordpress.com/490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luthfis.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luthfis.wordpress.com/490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luthfis.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luthfis.wordpress.com/490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luthfis.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luthfis.wordpress.com/490/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfis.wordpress.com&#038;blog=1202579&#038;post=490&#038;subd=luthfis&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luthfis.wordpress.com/2011/10/25/resensi-coach-yourself-to-success/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/640800a1c484097b7eb63e0375359a56?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luthfis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memadamkan Api Dengan Setetes Air Mata</title>
		<link>http://luthfis.wordpress.com/2011/09/28/memadamkan-api-dengan-setetes-air-mata/</link>
		<comments>http://luthfis.wordpress.com/2011/09/28/memadamkan-api-dengan-setetes-air-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2011 02:19:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luthfis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luthfis.wordpress.com/?p=484</guid>
		<description><![CDATA[“Segala sesuatu (di dunia ini) pasti memiliki timbangan dan takaran kecuali air mata, karena satu tetes darinya dapat memadamkan lautan api”.(Imam Ja’far Shadiq as.) Orang-orang yang menangis memiliki faktor yang beraneka ragam. Kadang-kadang faktor pendorongnya untuk menangis adalah kehilangan harta, putranya meninggal dunia, penyesalan atas dosa-dosa yang pernah dilakukannya, dan banyak faktor lain yang mungkin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfis.wordpress.com&#038;blog=1202579&#038;post=484&#038;subd=luthfis&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;" align="center">
<p style="text-align:justify;"><img class="size-medium wp-image-376 alignnone" title="2295705843_02bdbd92bd" src="http://luthfis.files.wordpress.com/2010/01/2295705843_02bdbd92bd.jpg?w=240&h=175" alt="" width="240" height="175" /><em></em></p>
<p style="text-align:center;"><em>“Segala sesuatu (di dunia ini) pasti memiliki timbangan dan takaran kecuali air mata, karena satu tetes darinya dapat memadamkan lautan api”</em>.(<em>Imam Ja’far Shadiq as.</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">Orang-orang yang menangis memiliki faktor yang beraneka ragam. Kadang-kadang faktor pendorongnya untuk menangis adalah kehilangan harta, putranya meninggal dunia, penyesalan atas dosa-dosa yang pernah dilakukannya, dan banyak faktor lain yang mungkin dimiliki oleh seseorang.Sebagai sarana mengekspresikan emosi, tetesan air mata mengkomunikasikan pesan dengan makna-makna tertentu. Ia mengekspresikan suasana hati yang terdalam, entah sedih, gembira, takut, atau sakit. Sehingga nilai air mata begitu istimewa, khusus, serta berkesan. Bukankah hati hanya bisa disentuh oleh hati lagi? Maka jangan heran, jika air mata bisa meluluhkan hati yang keras, serta menaklukkan sesuatu yang tidak bisa ditaklukkan dengan pedang.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-484"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pada suatu hari di majelis Rasulullah SAW, Ketika itu para sahabat sedang menangis tatkala Rasulullah SAW menyampaikan untaian-untaian tausiyah kepada para sahabatnya, bahkan Beliau sendiri menyampaikan nasehatnya dengan suara parau. Namun tidak demikian dengan seorang sahabat, sahabat tersebut adalah seorang pemuda yang kebetulan menghadiri majlis Rasulullah, tak setetes pun air mata keluar dari kelopak matanya. Ia sendiri merasa aneh, sehingga menanyakannya kepada Rasulullah penyebab dirinya sangat sulit menangis. Rasulullah pun menjelaskankan semua hal yang menyebabkan sang pemuda tidak meneteskan airmata, ternyata dari penjelasan Rasulullah, semuanya bermuara dari satu hal, yaitu cinta dunia hingga akhirnya melupakan akhirat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya, air mata pun bisa menjadi alat komunikasi yang sangat canggih antara seorang hamba dengan Tuhannya. Betapa tidak, tetesan air mata di jalan Allah bisa memadamkan kobaran api neraka. Rasulullah SAW bersabda, Tidak akan masuk neraka, seseorang yang menangis karena takut kepada Allah. Itulah maksud dari hadits Imam Ja’far Shadiq di atas. Jika kita merujuk kepada riwayat, kita akan dapatkan bahwa menangis memiliki efek-efek positif yang dapat bermanfaat bagi diri manusia. Di antaranya, menangis dapat melunakkan hati. Tentunya, tidak semua tangisan dapat memiliki efek seperti itu. Tangisan yang dapat memadamkan lautan api itu adalah tangisan yang muncul dari rasa penyesalan terhadap dosa yang pernah dilakukan oleh seseorang. Tangisan seperti inilah yang dapat memadamkan lautan api neraka yang dikobarkan oleh dosa-dosa seorang hamba.</p>
<p style="text-align:justify;">Air mata juga bisa mendatangkan pertolongan Allah di akhirat kelak. Dalam sebuah hadis disebutkan, bahwa ada tujuh golongan manusia yang akan ditolong Allah pada Hari Kiamat, ketika tiada lagi pertolongan selain pertolongan dari-Nya. Salah satunya adalah orang yang menangis di keheningan malam ketika orang-orang terlelap tidur. Ia menangis karena besarnya rasa takut dan harap kepada Allah. Air mata pun bisa mempercepat ijabahnya doa-doa. Efek tetesannya mampu menembus batas-batas dimensi ruang dan waktu.</p>
<p style="text-align:justify;">Semog Allah senantiasa melunakkan hati-hati kita agar dapat selalu menangisi dosa-dosa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luthfis.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luthfis.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luthfis.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luthfis.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luthfis.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luthfis.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luthfis.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luthfis.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luthfis.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luthfis.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luthfis.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luthfis.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luthfis.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luthfis.wordpress.com/484/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfis.wordpress.com&#038;blog=1202579&#038;post=484&#038;subd=luthfis&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luthfis.wordpress.com/2011/09/28/memadamkan-api-dengan-setetes-air-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/640800a1c484097b7eb63e0375359a56?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luthfis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://luthfis.files.wordpress.com/2010/01/2295705843_02bdbd92bd.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">2295705843_02bdbd92bd</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sungguh akan Kami Berikan Cobaan Kepadamu</title>
		<link>http://luthfis.wordpress.com/2010/01/11/sungguh-akan-kami-berikan-cobaan-kepadamu/</link>
		<comments>http://luthfis.wordpress.com/2010/01/11/sungguh-akan-kami-berikan-cobaan-kepadamu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 02:08:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luthfis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luthfis.wordpress.com/?p=377</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah kita merasa diuji oleh Allah? Kita cenderung mengatakan kalau kita ditimpa kesusahan maka kita sedang mendapat cobaan dan ujian dari Allah. Jarang sekali kalau kita dapat rezeki dan kebahagiaan kita teringat bahwa itupun merupakan ujian dan cobaan dari Allah. Ada diantara kita yang tak sanggup menghadapi ujian itu dan boleh jadi ada pula diantara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfis.wordpress.com&#038;blog=1202579&#038;post=377&#038;subd=luthfis&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://luthfis.files.wordpress.com/2010/01/2295705843_02bdbd92bd.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-376" title="2295705843_02bdbd92bd" src="http://luthfis.files.wordpress.com/2010/01/2295705843_02bdbd92bd.jpg?w=209&h=152" alt="" width="209" height="152" /></a></p>
<p>Pernahkah kita merasa diuji oleh Allah? Kita cenderung mengatakan kalau kita ditimpa kesusahan maka kita sedang mendapat cobaan dan ujian dari Allah. Jarang sekali kalau kita dapat rezeki dan kebahagiaan kita teringat bahwa itupun merupakan ujian dan cobaan dari Allah. Ada diantara kita yang tak sanggup menghadapi ujian itu dan boleh jadi ada pula diantara kita yang tegar menghadapinya.</p>
<p>Al-Qur&#8217;an mengajarkan kita untuk berdo&#8217;a: &#8220;Ya Tuhan kami, jangnlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya&#8230;&#8221;(QS 2: 286)</p>
<p>Do&#8217;a tersebut lahir dari sebuah kepercayaan bahwa setiap derap kehidupan kita merupakan cobaan dari Allah. Kita tak mampu menghindar dari ujian dan cobaan tersebut, yang bisa kita pinta adalah agar cobaan tersebut sanggup kita jalani. Cobaan yang datang ke dalam hidup kita bisa berupa rasa takut, rasa lapar, kehilangan, kurang harta dan lainnya.</p>
<p><span id="more-377"></span><br />
Bukankah karena alasan takut lapar saudara kita bersedia mulai dari membunuh hanya karena persoalan uang seratus rupiah sampai dengan berani memalsu kuitansi atau menerima komisi tak sah jutaan rupiah. Bukankah karena rasa takut akan kehilangan jabatan membuat sebagian saudara kita pergi ke &#8220;orang pintar&#8221; agar bertahan pada posisinya atau supaya malah meningkat ke &#8220;kursi&#8221; yg lebih empuk. Bukankah karena kehilangan orang yang kita cintai membuat sebagian orang menjadi putus asa dari rahmat Allah dan melakuakan hal-hal bodoh. Bukankah karena takut kehabisan harta kita jadi enggan mengeluarkan zakat dan sadaqoh.</p>
<p>Al-Qur&#8217;an melukiskan secara luar biasa cobaan-cobaan tersebut. Allah berfirman: &#8220;Dan Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.&#8221; (QS 2: 155)</p>
<p>Amat menarik bahwa Allah menyebut orang sabarlah yang akan mendapat berita gembira. Jadi bukan orang yang menang atau orang yang gagah&#8230;.tapi orang yang sabar! Biasanya kita akan cepat-cepat berdalih, &#8220;yah..sabar kan ada batasnya&#8230;&#8221; Atau lidah kita berseru, &#8220;sabar sih sabar&#8230;saya sih kuat tidak makan enak, tapi anak dan isteri saya?&#8221; Memang, manusia selalu dipenuhi dengan pembenaran-pembenaran yang ia ciptakan sendiri. Kemudian Allah menjelaskan siapa yang dimaksud oleh Allah dengan orang sabar pada ayat di atas: &#8220;(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan &#8220;Inna lillahi wa inna ilaihi raji&#8217;un&#8221;. (Qs 2: 156)</p>
<p>Ternyata, begitu mudahnya Allah melukiskan orang sabar itu. Bukankah kita sering mengucapkan kalimat &#8220;Inna lillahi&#8230;.&#8221; Orang sabar-kah kita? Nanti dulu! Andaikata kita mau merenung makna kalimat Inna lillahi wa inna ilaihi raji&#8217;un maka kita akan tahu bahwa sulit sekali menjadi orang yang sabar.</p>
<p>Arti kalimat itu adalah : &#8220;Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali.&#8221; Kalimat ini ternyata bukan sekedar kalimat biasa. Kalimat ini mengandung pesan dan kesadaran tauhid yang tinggi. Setiap musibah, cobaan dan ujian itu tidaklah berarti apa-apa karena kita semua adalah milik Allah; kita berasal dari-Nya, dan baik suka-maupun duka, diuji atau tidak, kita pasti akan kembali kepada-Nya. Ujian apapun itu datangnya dari Allah, dan hasil ujian itu akan kembali kepada Allah. Inilah orang yang sabar menurut Al-Qur&#8217;an!</p>
<p>Ikhlaskah kita bila mobil yang kita beli dengan susah payah hasil keringat sendiri tiba-tiba hilang. Relakah kita bila proyek yang sudah didepan mata, tiba-tiba tidak jadi diberikan kepada kita, dan diberikan kepada saingan kita. Berubah menjadi dengki-kah kita bila melihat tetangga kita sudah  membeli teve baru, mobil baru atau malah pacar baru. Ikhlaskah kita jika orang yang kita cintai pergi meninggalkan kita untuk pergi berbahagia bersama orang lain? Bisakah kita mengucap pelan-pelan dengan penuh kesadaran, bahwa semuanya dari Allah dan akan kembali kepada Allah.</p>
<p>Kita ini tercipta dari tanah dan akan kembali menjadi tanah&#8230;. Bila kita mampu mengingat dan menghayati makna kalimat tersebut, ditengah ujian dan cobaan yang menerpa kehidupan kita, maka Allah menjanjikan dalam Al-Qur&#8217;an: &#8220;Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.&#8221;</p>
<p>Dalam sebuah hadis qudsi Allah berkata: &#8220;Siapa yang tak rela menerima ketentuan-Ku, silahkan keluar dari bumi-Ku!&#8221;</p>
<p>Subhanallah&#8230;.. &#8220;inna lillahi wa inna ilaihi raji&#8217;un&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luthfis.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luthfis.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luthfis.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luthfis.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luthfis.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luthfis.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luthfis.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luthfis.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luthfis.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luthfis.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luthfis.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luthfis.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luthfis.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luthfis.wordpress.com/377/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfis.wordpress.com&#038;blog=1202579&#038;post=377&#038;subd=luthfis&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luthfis.wordpress.com/2010/01/11/sungguh-akan-kami-berikan-cobaan-kepadamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/640800a1c484097b7eb63e0375359a56?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luthfis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://luthfis.files.wordpress.com/2010/01/2295705843_02bdbd92bd.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">2295705843_02bdbd92bd</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tembok Pembatas</title>
		<link>http://luthfis.wordpress.com/2010/01/04/tembok-pembatas/</link>
		<comments>http://luthfis.wordpress.com/2010/01/04/tembok-pembatas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 13:39:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luthfis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luthfis.wordpress.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, hiduplah seorang anak di sebuah rumah. Rumah itu cukup besar, untuk seorang anak yang tinggal hanya berdua dengan Ibunya. Ada banyak kamar dan ruangan disana. Setiap kamar, dipisahkan oleh sebidang tembok. Namun, yang paling menarik adalah, ada satu ruang disana yang tak memiliki pintu, dan hanya sebidang tembok yang melingkupinya. Anak ini sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfis.wordpress.com&#038;blog=1202579&#038;post=292&#038;subd=luthfis&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-293" title="ruinous_brick_wall_29" src="http://luthfis.files.wordpress.com/2010/01/ruinous_brick_wall_29.jpg?w=645" alt=""   /></p>
<p>Suatu ketika, hiduplah seorang anak di sebuah rumah. Rumah itu cukup besar, untuk seorang anak yang tinggal hanya berdua dengan Ibunya. Ada banyak kamar dan ruangan disana. Setiap kamar, dipisahkan oleh sebidang tembok.</p>
<p>Namun, yang paling menarik adalah, ada satu ruang disana yang tak memiliki pintu, dan hanya sebidang tembok yang melingkupinya. Anak ini sangat tertarik dengan tembok tersebut. Sebab, seringkali ia mendengar suara-suara yang menyenangkan disana. Ada nyanyian gembira, senandung damai, dan iringan musik yang membuatnya tambah penasaran</p>
<p><span id="more-292"></span></p>
<p>Sang anak lalu bertanya pada Ibunya tentang kamar itu. Namun, beliau tak memberikan jawaban yang pasti. &#8220;Cari tahulah dengan caramu Nak,&#8221; begitu ujar sang Ibu. Banyak pikiran yang berkecamuk dalam benaknya. Ada apakah disana? Apakah disana ada banyak kesenangan dan kebahagiaan, seperti yang selalu terdengar dari luar?</p>
<p>Atau apakah, di sana ada cuma ada ruang yang gelap, pengap dan menakutkan? Mungkinkah disana ada mahluk yang menyeramkan, yang akan siapa memakan siapapun yang masuk ke dalamnya?Bagaimana cara memasuki kamar itu, sebab tak ada celah baginya untuk masuk kedalamnya? Lagi-lagi, ada banyak pikiran yang terus berkecamuk dalam benaknya. Ia pun juga bingung. Tembok itulah yang menjadi tantangannya.<br />
Namun suatu ketika, tanpa sengaja, anak itu terjatuh di depan tembok kamar itu. Tangannya menghantam cukup keras ke arah tembok. Brakk. Ahha, tiba-tiba, tembok itu roboh. Dan terpampanglah keadaan di dalam kamar itu. Disana, tampak sang Ibu, yang sedang memainkan piano dengan anggun. Dia tersenyum. Di sekitarnya, tertata puluhan alat musik lainnya. Ternyata, suara-suara itu berasal dari permainan musik sang Ibu. Semua itulah yang membuatnya penasaran.</p>
<p>***</p>
<p>Teman, kita semua, punya &#8220;tembok-tembok&#8221; yang harus ditembus. Setiap kita, punya halangan-halangan yang membuat kita sering berhenti untuk berusaha, dan mencari tahu. Ada banyak sekali harapan-harapan yang seringkali gagal hanya karena &#8220;tembok&#8221; besar yang menghadang. Karena seringkali, tembok itu menjadi sesuatu yang paling menakutkan buat kita.<br />
Memang, dan ya, memang, tembok-tembok itu bisa jadi penghalang. Namun, tembok-tembok itu adalah juga tantangan buat kita untuk berusaha. Ada banyak keindahan-keindahan yang hadir saat kita mampu menembus rintangan itu. Ada banyak hal yang menakjubkan yang, siapa tahu, tercipta saat kita mampu melewatinya.<br />
Jadi, siapkah kita menembus tembok-tembok kegamangan itu? Saya yakin. Kita semua bisa melewatinya. Amin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luthfis.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luthfis.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luthfis.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luthfis.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luthfis.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luthfis.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luthfis.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luthfis.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luthfis.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luthfis.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luthfis.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luthfis.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luthfis.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luthfis.wordpress.com/292/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfis.wordpress.com&#038;blog=1202579&#038;post=292&#038;subd=luthfis&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luthfis.wordpress.com/2010/01/04/tembok-pembatas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/640800a1c484097b7eb63e0375359a56?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luthfis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://luthfis.files.wordpress.com/2010/01/ruinous_brick_wall_29.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ruinous_brick_wall_29</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tempayan Retak</title>
		<link>http://luthfis.wordpress.com/2009/12/27/tempayan-retak/</link>
		<comments>http://luthfis.wordpress.com/2009/12/27/tempayan-retak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 14:53:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luthfis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luthfis.wordpress.com/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[Seorang tukang air di India memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan, yang dibawanya menyilang  pada bahunya. Satu tempayan itu retak, sedangkan tempayan yang satunya lagi tidak. Jika tempayan yang tidak retak itu dapat membawa air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, tempayan retak itu hanya dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfis.wordpress.com&#038;blog=1202579&#038;post=266&#038;subd=luthfis&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://luthfis.files.wordpress.com/2009/12/mood.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-267" title="mood" src="http://luthfis.files.wordpress.com/2009/12/mood.jpg?w=181&h=135" alt="" width="181" height="135" /></a></p>
<p>Seorang tukang air di India memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan, yang dibawanya menyilang  pada bahunya. Satu tempayan itu retak, sedangkan tempayan yang satunya lagi tidak.</p>
<p>Jika tempayan yang tidak retak itu dapat membawa air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh. Selama dua tahun, hal itu terjadi setiap hari. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya.</p>
<p>Tentu saja si tempayan yang bagus merasa bangga akan prestasinya, karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Tempayan retak yang malang merasa malu akan kekurangannya sebab ia hanya bisa memberikan setengah dari porsi yang  seharusnya dapat diberikannya. Setelah dua tahun tertekan dengan kegagalan pahit ini tempayan retak itu berkata pada si tukang air, ”saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu.”</p>
<p><span id="more-266"></span></p>
<p>“ Kenapa ?” tanya si tukang air . “Kenapa kamu merasa malu?“ “Selama dua tahun ini saya membawa setengah air dari porsi yang seharusnya dapat saya bawa. Air itu bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacadku itu saya telah membuatmu rugi,” Kata tempayan itu. Si tukang air merasa kasihan pada  tempayan retak dan berkata, “Jika kita kembali lagi ke rumah besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah sepanjang jalan.”</p>
<p>Benar, ketika mereka naik keatas bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah disepanjang sisi jalan, dan itu membuatnya sedikit trhibur. Namun pada akhir perjalan ia kembali sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor, dan kembali tempayan retak itu meminta maaf pada si tukang air atas kegagalannya. Si tukang air berkata kepada tempayan itu, “Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan disisimu tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan pada sisi tempayan yang lain yang tidak retak itu? Itu karena aku selalu menyadari akan cacadmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga disepanjang jalan pada sisimu, dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun itu aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu ada seperti sekarang ini, majikan kita tidak akan menikmati keindahan bunga itu dan menghias rumahnya seindah sekarang ini.”</p>
<p>Hikmah dari kisah di atas adalah bahwa setiap kita memiliki cacad dan kekurangan. Kita semua adalah tempayan retak. Di mata Allah yang Maha Bijaksana tak ada yang terbuang percuma. Jangan takut akan kekuranganmu. Kenalilah kelemahan kita dan kita pun dapat menjadi sarana keindahan Allah. Ketahuilah, di balik kelemahan kita, tersimpan kekuatan kita. Beranilah mengubah sifat yang dapat diubah dan tabahlah dengan sifat yang tidak dapat diubah dalam diri kita. Semoga dengan prinsip ini kita lebih tegar dalam menghadapi hidup yang cuma sekali ini.</p>
<p>Duhai Allah yang Maha Kasih dan Sayang, tuntunlah hamba-Mu yang lemah ini untuk menemukan potensi yang telah Engkau anugerahkan pada kami, dan jadikanlah kami sebagai makhluk kesayangan-Mu. Amin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luthfis.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luthfis.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luthfis.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luthfis.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luthfis.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luthfis.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luthfis.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luthfis.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luthfis.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luthfis.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luthfis.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luthfis.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luthfis.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luthfis.wordpress.com/266/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfis.wordpress.com&#038;blog=1202579&#038;post=266&#038;subd=luthfis&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luthfis.wordpress.com/2009/12/27/tempayan-retak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/640800a1c484097b7eb63e0375359a56?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luthfis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://luthfis.files.wordpress.com/2009/12/mood.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mood</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beda Antara Suka, Cinta, dan Sayang</title>
		<link>http://luthfis.wordpress.com/2009/12/20/beda-antara-suka-cinta-dan-sayang/</link>
		<comments>http://luthfis.wordpress.com/2009/12/20/beda-antara-suka-cinta-dan-sayang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 11:53:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luthfis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luthfis.wordpress.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Dihadapan orang yang kau cintai, musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah Dihadapan orang yang kau sukai, musim dingin tetap saja musim dingin hanya suasananya lebih indah sedikit Dihadapan orang yang kau cintai, jantungmu tiba tiba berdebar lebih cepat Dihadapan orang yang kau sukai, kau hanya merasa senang dan gembira saja Apabila engkau melihat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfis.wordpress.com&#038;blog=1202579&#038;post=187&#038;subd=luthfis&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://luthfis.files.wordpress.com/2009/12/love.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-188" title="love" src="http://luthfis.files.wordpress.com/2009/12/love.jpg?w=165&h=157" alt="" width="165" height="157" /></a><br />
Dihadapan orang yang kau cintai,<br />
musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah<br />
Dihadapan orang yang kau sukai,<br />
musim dingin tetap saja musim dingin hanya suasananya<br />
lebih indah sedikit</p>
<p>Dihadapan orang yang kau cintai,<br />
jantungmu tiba tiba berdebar lebih cepat<br />
Dihadapan orang yang kau sukai,<br />
kau hanya merasa senang dan gembira saja</p>
<p>Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau<br />
cintai, matamu berkaca-kaca<br />
Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau<br />
sukai, engkau hanya tersenyum saja<br />
<span id="more-187"></span><br />
Dihadapan orang yang kau cintai,<br />
kata kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam<br />
Dihadapan orang yang kau sukai,<br />
kata kata hanya keluar dari pikiran saja</p>
<p>Jika orang yang kau cintai menangis,<br />
engkaupun akan ikut menangis disisinya<br />
Jika orang yang kau sukai menangis,<br />
engkau hanya menghibur saja</p>
<p>Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa<br />
suka dimulai dari telinga<br />
Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang, cukup<br />
dengan menutup telinga.<br />
Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari orang<br />
yang kau cintai, cinta itu berubah menjadi tetesan air<br />
mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang<br />
cukup lama.</p>
<p>&#8220;Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta&#8230; ada perasaan yang lebih mendalam.<br />
Yaitu rasa sayang&#8230;. rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta. Rasa yang tidak mudah berubah.  Perasaan yang dapat membuatmu berkorban untuk orang yang kamu sayangi. Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi. Cinta ingin memiliki. Tetapi Sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia.. walaupun harus kehilangan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luthfis.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luthfis.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luthfis.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luthfis.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luthfis.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luthfis.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luthfis.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luthfis.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luthfis.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luthfis.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luthfis.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luthfis.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luthfis.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luthfis.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfis.wordpress.com&#038;blog=1202579&#038;post=187&#038;subd=luthfis&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luthfis.wordpress.com/2009/12/20/beda-antara-suka-cinta-dan-sayang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/640800a1c484097b7eb63e0375359a56?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luthfis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://luthfis.files.wordpress.com/2009/12/love.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">love</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makan Bersama Tuhan</title>
		<link>http://luthfis.wordpress.com/2009/12/17/makan-bersama-tuhan/</link>
		<comments>http://luthfis.wordpress.com/2009/12/17/makan-bersama-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 12:58:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luthfis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luthfis.wordpress.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang anak yang rindu bertemu dengan Tuhannya. Ia menyadari bahwa perjalanan panjang diperlukan ke rumah Tuhan, karena itu dikemaslah tasnya dengan kue Twinkies dan satu pack root beer berisi 6 kaleng lalu memulaikan perjalanannya. Ketika telah melampaui beberapa blok dari rumahnya, ia bertemu dengan seorang tua. Ia sedang duduk di taman dekat air memperhatikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfis.wordpress.com&#038;blog=1202579&#038;post=181&#038;subd=luthfis&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-184" title="hunger" src="http://luthfis.files.wordpress.com/2009/12/hunger2.jpg?w=218&h=144" alt="" width="218" height="144" /></p>
<p>Ada seorang anak yang rindu bertemu dengan Tuhannya. Ia menyadari bahwa perjalanan panjang diperlukan ke rumah Tuhan, karena itu dikemaslah tasnya dengan kue Twinkies dan satu pack root beer berisi 6 kaleng lalu memulaikan perjalanannya. Ketika telah melampaui beberapa blok dari rumahnya, ia bertemu dengan seorang tua. Ia sedang duduk di taman dekat air memperhatikan burung burung.</p>
<p>Sang anak duduk dekat dengannya lalu membuka tas. Ketika ia mengambil root beer (bir tidak beralkohol) untuk melepaskan dahaganya ia perhatikan bahwa orang tua itu kelihatan lapar sedang memandang padanya. Dengan segera ia menawarkan kue Twinkie kepada orang tua itu. Dengan gembira ia menerima dan memberikan senjum padanya. Senyum itu luarbiasa menarik sehingga anak ini senang untuk menikmatinya lagi. Itu sebabnya anak ini menawarkan lagi kepada orang tua itu sekaleng root beer.</p>
<p><span id="more-181"></span></p>
<p>Sekali lagi, ia tersenyum kepadanya. Anak ini sangat gembira! Sepanjang petang mereka duduk disana, makan dan tersenyum, tanpa mengeluarkan sepatah kata.</p>
<p>Ketika malam turun, anak ini merasa lelah, ia berdiri untuk meninggalkan tempat itu, namun sebelum ia melangkahkan kakinya, ia berbalik dan lari keorang tua itu dan memberikan sebuah pelukan.</p>
<p>Orang tua itu memberikan senyumnya yang lebar. Ketika anak ini membuka pintu rumahnya beberapa waktu kemudian, ibunya terkejut melihat kegembiraan memancar diwajah anaknya. Ia bertanya: Apa yang terjadi hari ini sehingga membuat kamu begitu senang?</p>
<p>Sang anak menjawab: &#8220;Saya berkesempatan makan siang bersama Tuhan&#8221;. Dan sebelum ibu memberikan responsnya, anak ini menambahkan: &#8221; Ibu, Ibu tahu senyumnya, itulah senyum paling indah yang pernah saya lihat&#8221;.</p>
<p>Sementara itu, si orang tua, juga penuh dengan kegembiraan, pulang kerumahnya. Anaknya terpesona melihat kedamaian memancar diwajahnya dan bertanya: &#8220;Ayah, apa yang terjadi hari ini membuat kamu sangat bergembira?<br />
Ia menjawab: &#8221; Saya makan Kue Twinkies di taman bersama Tuhan&#8221;. Dan sebelum anaknya merespon, ia menambahkan:</p>
<p>&#8220;Kamu tahu, Dia lebih muda dari yang saya duga&#8221;<br />
Terlalu sering kita menganggap remeh kuasa dalam  senyum, jamahan, kata kata yang baik, telinga yang mendengar, pemberian yang tulus atau perhatian perhatian kecil. Semua itu berpotensi membuat kehidupan seseorang menjadi istimewa atau bahkan merubah kehidupan seseorang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luthfis.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luthfis.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luthfis.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luthfis.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luthfis.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luthfis.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luthfis.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luthfis.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luthfis.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luthfis.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luthfis.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luthfis.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luthfis.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luthfis.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfis.wordpress.com&#038;blog=1202579&#038;post=181&#038;subd=luthfis&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luthfis.wordpress.com/2009/12/17/makan-bersama-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/640800a1c484097b7eb63e0375359a56?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luthfis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://luthfis.files.wordpress.com/2009/12/hunger2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">hunger</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Logoterapi: Sebuah Pendekatan untuk Hidup Bermakna</title>
		<link>http://luthfis.wordpress.com/2008/05/11/logoterapi-sebuah-pendekatan-untuk-hidup-bermakna/</link>
		<comments>http://luthfis.wordpress.com/2008/05/11/logoterapi-sebuah-pendekatan-untuk-hidup-bermakna/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 May 2008 07:25:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luthfis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi-Konseling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luthfis.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Luthfi Seli Fauzi               Langit kota Kufah19 Ramadhan tahun 40 Hijriyah sudah mulai menampakkan cahaya kekuningan. Baru saja Imam Ali ibn Abi Thalib as. mulai mengimami sholat shubuh. Seketika, ketika ia baru saja mengangkat kepalanya dari sujud, pedang beracun Ibnu Muljam langsung menghantam kepala sang Imam. Dengan senyuman, Imam Ali langsung mengusapkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfis.wordpress.com&#038;blog=1202579&#038;post=133&#038;subd=luthfis&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:6pt 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Oleh : Luthfi Seli Fauzi </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:6pt 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">            Langit kota Kufah19 Ramadhan tahun 40 Hijriyah sudah mulai menampakkan cahaya kekuningan. Baru saja Imam Ali ibn Abi Thalib as. mulai mengimami sholat shubuh. Seketika, ketika ia baru saja mengangkat kepalanya dari sujud, pedang beracun Ibnu Muljam langsung menghantam kepala sang Imam. Dengan senyuman, Imam Ali langsung mengusapkan darah yang membasahi janggut kepada wajahnya. Dengan wajah tenang, mulutnya berucap: <em>“Fuztu wa Rabbil Ka’bah. demi Tuhan yang memelihara Ka’bah, sungguh aku bahagia!”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">            Kisah diatas sengaja saya kutip sebagai pengantar agar kita lebih dapat memahami logoterapi. Kisah Imam Ali diatas jelas-jelas merupakan sebuah kemalangan, jelas-jelas apa yang dialami Amirul Mukminin adalah sebuah musibah, jelas-jelas sebuah bencana yang mengantarkannya kepada kematian. Tapi apa yang terjadi? Apa yang diucapkan Imam Ali? <em>“Fuztu wa Rabbil Ka’bah. demi Tuhan yang memelihara Ka’bah, sungguh aku bahagia!”</em>. Luar biasa. Sikap Imam Ali inilah sebenarnya yang menjadi tujuan dari Logo terapi. Lantas kalau begitu apa sebenarnya Logoterapi itu?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;"> <span id="more-133"></span></span></p>
<h2 style="margin:6pt 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Pengertian Logoterapi</span></span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Logoterapi diperkenalkan oleh <em>Viktor Frankl</em>, seorang dokter ahli penyakit saraf dan jiwa (<em>neuro-psikiater</em>). Logoterapi berasal dari kata “<em>logos</em>” yang dalam bahasa Yunani berarti makna (<em>meaning</em>) dan juga rohani (<em>spirituality</em>), sedangkan terapi adalah penyembuhan atau pengobatan. Logoterapi secara umum dapat digambarkan sebagai corak psikologi/ psikiatri yang mengakui adanya dimensi kerohanian pada manusia di samping dimensi ragawi dan kejiwaan, serta beranggapan bahwa makna hidup (<em>the meaning of life</em>) dan hasrat untuk hidup bermakna (<em>the will of meaning</em>) merupakan motivasi utama manusia guna meraih taraf kehidupan bermakna (<em>the meaningful life</em>) yang didambakannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Ada tiga asas utama logoterapi yang menjadi inti dari terapi ini, yaitu:</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Hidup itu memiliki makna (arti) dalam setiap situasi, bahkan dalam penderitaan dan kepedihan sekalipun. Makna adalah sesuatu yang dirasakan penting, benar, berharga dan didambakan serta memberikan nilai khusus bagi seseorang dan layak dijadikan tujuan hidup.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Setiap manusia memiliki kebebasan &#8211; <em>yang hampir tidak terbatas</em> – untuk menentukan sendiri makna hidupnya. Dari sini kita dapat memilih makna atas setiap peristiwa yang terjadi dalam diri kita, apakah itu makna positif atupun makna yang negatif. Makna positif ini lah yang dimaksud dengan hidup <em>bermakna</em>.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Setiap manusia memiliki kemampuan untuk mangambil sikap terhadap peristiwa tragis yang tidak dapat dielakkan lagi yang menimpa dirinya sendiri dan lingkungan sekitar.  Contoh yang jelas adalah seperti kisah Imam Ali diatas, ia jelas-jelas mendapatkan musibah yang tragis, tapi ia mampu memaknai apa yang terjadi secara positif sehingga walaupun dalam keadaan yang seperti itu Imam tetap bahagia.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="ListParagraph" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Ajaran Logoterapi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Ketiga asas itu tercakup dalam ajaran logoterapi mengenai eksistensi manusia dan makna hidup sebagai berikut.</span></p>
<p class="ListParagraph" style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">a.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Dalam setiap keadaan, termasuk dalam penderitaan sekalipun, kehidupan ini selalu mempunyai makna.</span></p>
<p class="ListParagraph" style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">b.<span style="font:7pt &quot;">      </span></span><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Kehendak untuk hidup bermakna merupakan motivasi utama setiap orang.</span></p>
<p class="ListParagraph" style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">c.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Dalam batas-batas tertentu manusia memiliki kebebasan dan tanggung jawab pribadi untuk memilih, menentukan dan memenuhi makna dan tujuan hidupnya.</span></p>
<p class="ListParagraph" style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">d.<span style="font:7pt &quot;">      </span></span><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Hidup bermakna diperoleh dengan jalan merealisasikan tiga  nilai kehidupan, yaitu nilai-nilai kreatif (<em>creative values</em>), nilai-nilai penghayatan (<em>eksperiental values</em>) dan nilai-nilai bersikap (<em>attitudinal values</em>).</span></p>
<p class="ListParagraph" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .25in;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<h2 style="margin:6pt 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Tujuan Logoterapi</span></span></h2>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Tujuan dari logoterapi adalah agar setiap pribadi:</span></p>
<p class="ListParagraph" style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">a.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">memahami adanya potensi dan sumber daya rohaniah yang secara universal ada pada setiap orang terlepas dari ras, keyakinan dan agama yang dianutnya;</span></p>
<p class="ListParagraph" style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">b.<span style="font:7pt &quot;">      </span></span><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">menyadari bahwa sumber-sumber dan potensi itu sering ditekan, terhambat dan diabaikan bahkan terlupakan;</span></p>
<p class="ListParagraph" style="text-indent:-17.85pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt 35.7pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">c.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">memanfaatkan daya-daya tersebut untuk bangkit kembali dari penderitaan untuk mamp[u tegak kokoh menghadapi berbagai kendala, dan secara sadar mengembangkan diri untuk meraih kualitas hidup yang lebih bermakna.</span></p>
<p class="ListParagraph" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt 35.7pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="ListParagraph" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Pandangan Logoterapi terhadap Manusia</span></strong></p>
<p class="ListParagraph" style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">a.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Menurut Frankl manusia merupakan kesatuan utuh dimensi ragawi, kejiwaan dan spiritual. <em>Unitas bio-psiko-</em>spiritual.</span></p>
<p class="ListParagraph" style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">b.<span style="font:7pt &quot;">      </span></span><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Frankl menyatakan bahwa manusia memiliki dimensi spiritual yang terintegrasi dengan dimensi ragawai dan kejiwaan. Perlu dipahami bahwa sebutan “<em>spirituality</em>” dalam logoterapi tidak mengandung konotasi keagamaan karena dimens ini dimiliki manusia tanpa memandang ras, ideology, agama dan keyakinannya. Oleh karena itulah Frankl menggunakan istilah <em>noetic </em>sebagai padanan dari <em>spirituality</em>, supaya tidak disalahpahami sebagai konsep agama.</span></p>
<p class="ListParagraph" style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">c.<span style="font:7pt &quot;">       </span></span><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Dengan adanya dimensi <em>noetic </em>ini manusiamampu melakukan <em>self-detachment</em>, yakni dengan sadar mengambil jarak terhadap dirinya serta mampu meninjau dan menilai dirinya sendiri.</span></p>
<p class="ListParagraph" style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">d.<span style="font:7pt &quot;">      </span></span><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Manusia adalah makhluk yang terbuka terhadap dunia luar serta senantiasa berinteraksi dengan sesama manusia dalam lingkungan sosial-budaya serta mampu mengolah lingkungan fisik di sekitarnya.</span></p>
<p class="ListParagraph" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="ListParagraph" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Logoterapi sebagai Teori Kepribadian</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Kerangka pikir teori kepribadian model logoterapi dan dinamika kepribadiannya dapat digambarkan sebagai berikut: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Setiap orang selalu mendambakan kebahagiaan dalam hidupnya. Dalam pandangan logoterapi kebahagiaan itu tidak datang begitu saja, tetapi merupakan akibat sampingan dari keberhasilan seseorang memenuhi keinginannya untuk hidup bermakna (<em>the will to meaning</em>). Mereka yang berhasil memenuhinya akan mengalami hidup yang bermakna (<em>meaningful life</em>) dan ganjaran  (<em>reward</em>) dari hidup yang bermakna adalah kebahagiaan (happiness). Di lain pihak mereka yang tak berhasil memenuhi motivasi ini akan mengalami kekecewaan dan kehampaan hidup serta merasakan hidupnya tidak bermakna (<em>meaningless</em>). Selanjutnya akibat dari penghayatan hidup yang hampa dan tak bermakna yang berlarut-larut tidak teratasi dapat mengakibatkan gangguan neurosis (<em>noogenik neurosis</em>) mengembangkan karakter totaliter (<em>totalitarianism</em>) dan konformis (<em>conformism</em>). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:6pt 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/luthfis.wordpress.com/133/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/luthfis.wordpress.com/133/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luthfis.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luthfis.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luthfis.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luthfis.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luthfis.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luthfis.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luthfis.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luthfis.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luthfis.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luthfis.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luthfis.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luthfis.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luthfis.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luthfis.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfis.wordpress.com&#038;blog=1202579&#038;post=133&#038;subd=luthfis&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luthfis.wordpress.com/2008/05/11/logoterapi-sebuah-pendekatan-untuk-hidup-bermakna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/640800a1c484097b7eb63e0375359a56?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luthfis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konseling Logoterapi</title>
		<link>http://luthfis.wordpress.com/2008/05/11/konseling-logoterapi/</link>
		<comments>http://luthfis.wordpress.com/2008/05/11/konseling-logoterapi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 May 2008 07:22:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luthfis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi-Konseling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luthfis.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Luthfi Seli Fauzi   Konseling logoterapi merupakan konseling untuk membantu individu mengatasi masalah ketidakjelasan makna dan tujuan hidup, yang sering menimbulkan kehampaan dan hilangnya gairah hidup. Konseling logoterapi berorientasi pada masa depan (future oriented) dan berorientasi pada makna hidup (meaning oriented). Relasi yang dibangun antara konselor dengan konseli adalah encounter, yaitu hubungan antar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfis.wordpress.com&#038;blog=1202579&#038;post=132&#038;subd=luthfis&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="ListParagraph" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Oleh : Luthfi Seli Fauzi</span></p>
<p class="ListParagraph" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Konseling logoterapi merupakan konseling untuk membantu individu mengatasi masalah ketidakjelasan makna dan tujuan hidup, yang sering menimbulkan kehampaan dan hilangnya gairah hidup. Konseling logoterapi berorientasi pada masa depan (<em>future oriented</em>) dan berorientasi pada makna hidup (<em>meaning oriented</em>). Relasi yang dibangun antara konselor dengan konseli adalah <em>encounter, </em>yaitu hubungan antar pribadi yang ditandai oleh keakraban dan keterbukaan, serta sikap dan kesediaan untuk saling menghargai, memahami dan menerima sepenuhnya satu sama lain. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"> </span></span></span></p>
<p class="ListParagraph" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Komponen-Komponen Konseling Logoterapi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Komponen-komponen pribadi dalam konseling logoterapi adalah kemampuan, potensi, dan kualitas insane dari diri konseli yang dijajagi, diungkap, dan difungsikan pada proses konseling dalam rangka meningkatkan kesadaran terhadap makna dan tujuan hidupnya. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><span id="more-132"></span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Dalam logoterapi usaha meningkatkan kesadaran atas kualitas dan kemampuan pribadi- seperti pemahaman diri, pengubahan sikap, pengarahan diri, tanggungjawab, komitmen, keimanan, cinta kasih, hati nurani, penemuan makna hidup-merupakan hal-hal penting yang menentukan keberhasilan konseling. Selain itu konseli disadarkan pula atas rasa tanggungjawab untuk mengubah sikap dan perilakunya menjadi lebih baik dan lebih sehat serta bermanfaat bagi diri dan lingkungannya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"> </span></span></span></p>
<p class="ListParagraph" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Tahapan Konseling Logoterapi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Ada empat tahap utama didalam proses konseling logterapi diantaranya adalah:</span></span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Tahap perkenalan dan pembinaan <em>rapport</em><span>. Pada tahap ini</span><em> </em>diawali dengan menciptakan suasana nyaman untuk konsultasi dengan pembina <em>rapport </em>yang makin lama makin membuka peluang untuk sebuah <em>encounter. </em>Inti sebuah <em>encounter </em>adalah penghargaan kepada sesama manusia, ketulusan hati, dan pelayanan. Percakapan dalam tahap ini tak jarang memberikan efek terapi bagi konseli.</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Tahap pengungkapan dan penjajagan masalah. Pada tahap ini konselor mulai membuka dialog mengenai masalah yang dihadapi konseli. Berbeda dengan konseling lain yang cenderung membeiarkan konseli “sepuasnya” mengungkapkan masalahnya, dalam logoterapi konseli sejak awal diarahkan untuk menghadapi masalah itu sebagai kenyataan.</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Pada tahap pembahasan bersama, konselor dan konseli bersama-sama membahas dan menyamakan persepsi atas masalah yang dihadapi. Tujuannya untuk menemukan arti hidup sekalipun dalam penderitaan.</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Tahap evaluasi dan penyimpulan mencoba memberi interpretasi atas informasi yang diperoleh sebagai bahan untuk tahap selanjutnya, yaitu perubahan sikap dan perilaku konseli. Pada tahap-tahap ini tercakup modifikasi sikap, orientasi terhadap makna hidup, penemuan dan pemenuhan makna, dan pengurangan <em>symptom</em>. <em><span> </span></em></span></span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"> </span></span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/luthfis.wordpress.com/132/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/luthfis.wordpress.com/132/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luthfis.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luthfis.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luthfis.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luthfis.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luthfis.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luthfis.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luthfis.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luthfis.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luthfis.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luthfis.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luthfis.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luthfis.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luthfis.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luthfis.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfis.wordpress.com&#038;blog=1202579&#038;post=132&#038;subd=luthfis&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luthfis.wordpress.com/2008/05/11/konseling-logoterapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/640800a1c484097b7eb63e0375359a56?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luthfis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Incest: Hubungan Seksual Sedarah</title>
		<link>http://luthfis.wordpress.com/2008/05/11/incest-hubungan-seksual-sedarah/</link>
		<comments>http://luthfis.wordpress.com/2008/05/11/incest-hubungan-seksual-sedarah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 May 2008 07:20:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luthfis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi-Konseling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luthfis.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Luthfi Seli Fauzi   Incest (hubungan seksual yang dilakukan oleh individu didalam sebuah keluarga dengan anggota keluarga lainnya, baik itu ayah dengan anak, ibu dengan anak, kakek denagn cucu, kakak dengan adik.) sebagian termasuk kedalam kejahatan atau penganiayaan seksual, dimana perilaku seksual yang dilakukan dapat berupa penganiayaan secara fisik maupun non fisik, oleh orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfis.wordpress.com&#038;blog=1202579&#038;post=131&#038;subd=luthfis&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Oleh: Luthfi Seli Fauzi</span></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Incest (</span><span style="font-family:Arial;">hubungan seksual yang dilakukan oleh individu didalam sebuah keluarga dengan anggota keluarga lainnya, baik itu ayah dengan anak, ibu dengan anak, kakek denagn cucu, kakak dengan adik.</span><span style="font-family:Arial;">) sebagian termasuk kedalam kejahatan atau penganiayaan seksual, dimana perilaku seksual yang dilakukan dapat berupa penganiayaan secara fisik maupun non fisik, oleh orang yang lebih tua atau memiliki kekuasaan yang bertujuan untuk memuaskan hasrat seksual pelakunya. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:.5in;margin:6pt 0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Studi yang dilakukan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur (2000), berhasil mengungkap bahwa pelaku tindak perkosaan ternyata tidak selalu penjahat atau preman kambuhan atau orang yang tidak dikenal korban, tapi acap kali pelakunya adalah orang yang sudah dikenal baik oleh korban, entah itu tetangga, saudara, kerabat, guru, atau bahkan kakek atau ayah kandung korban sendiri. Dari 312 kasus perkosaan yang berhasil diidentifikasi dari berita media massa selama 1996-1999 di Jawa Timur, sekitar 10,4 persen pelakunya ternyata adalah ayah kandung. Tidak mustahil jumlah kasus incest yang sebenarnya jauh lebih besar daripada yang diekspos media massa.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin:6pt 0;"><strong><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> <span id="more-131"></span></span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin:6pt 0;"><strong><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Sejarah Incest</span></span></strong></p>
<p style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:small;"><span class="grame"><span style="font-family:Arial;">Peristiwa incest </span></span><span class="spelle"><span style="font-family:Arial;">telah</span></span><span class="grame"><span style="font-family:Arial;"> </span></span><span class="spelle"><span style="font-family:Arial;">terjadi</span></span><span class="grame"><span style="font-family:Arial;"> </span></span><span class="spelle"><span style="font-family:Arial;">sejak</span></span><span class="grame"><span style="font-family:Arial;"> </span></span><span class="spelle"><span style="font-family:Arial;">dulu</span></span><span class="grame"><span style="font-family:Arial;"> </span></span><span class="spelle"><span style="font-family:Arial;">kala</span></span><span class="grame"><span style="font-family:Arial;">.</span></span><span style="font-family:Arial;"> <span class="grame">Dalam </span><span class="spelle">sejarah</span><span class="grame"> </span><span class="spelle">dicatat</span><span class="grame"> raja-raja </span><span class="spelle">Mesir</span><span class="grame"> </span><span class="spelle">kuno</span><span class="grame"> </span><span class="spelle">dan</span><span class="grame"> </span><span class="spelle">putra-putrinya</span><span class="grame"> </span><span class="spelle">kerap</span><span class="grame"> kali </span><span class="spelle">melakukan</span><span class="grame"> </span><span class="spelle">tingkah</span><span class="grame"> </span><span class="spelle">laku</span><span class="grame"> incest </span><span class="spelle">dengan</span><span class="grame"> motif </span><span class="spelle">tertentu</span><span class="grame">, </span><span class="spelle">sangat</span><span class="grame"> </span><span class="spelle">mungkin</span><span class="grame"> </span><span class="spelle">bertujuan</span><span class="grame"> </span><span class="spelle">untuk</span><span class="grame"> </span><span class="spelle">meningkatkan</span><span class="grame"> </span><span class="spelle">dan</span><span class="grame"> </span><span class="spelle">kualitas</span><span class="grame"> </span><span class="spelle">generasi</span><span class="grame"> </span><span class="spelle">penerusnya</span><span class="grame">.</span></span><span style="font-family:Arial;"> Pascainvasi Alexander the Great (Iskandar Zulkarain) para bangsawan Mesir banyak yang melakukan perkawinan dengan saudara kandung dengan maksud untuk mendapatkan keturunan berdarah murni dan melanggengkan kekuasaan. Contoh yang terdokumentasi adalah perkawinan Ptolemeus II dengan saudara perempuannya, Elsione. Beberapa ahli berpendapat, tindakan seperti ini juga biasa dilakukan kalangan orang biasa. Toleransi semacam ini didasarkan pada Mitologi Mesir Kuno tentang perkawinan Dewa Osiris dengan saudaranya, Dewi Isis. Sedangakn dalam mitologi Yunani kuno ada kisah Dewa Zeus yang kawin dengan Hera, yang merupakan kakak kandungnya sendiri.</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Kisah-kisah tentang incest ini bukan hanya pada mitologi saja, tapi bahkan ada juga yang tercatat dalam kitab suci beberapa agama. Dalam kitab agama Kristen misalnya banyak sekali dikisahkan peristiwa incest yang bahkan sangat tidak masuk akal seperti kisah incest yang melibatkan beberapa orang Nabi beserta keluarganya. Sebagai contoh kisah tentang Lot (Nabi Luth) yang konon melakukan hubungan seks dengan kedua putrinya:</span></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt 37.4pt;"><span style="font-size:small;"><em><span style="font-family:Arial;"><span> </span>Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun. 36<span>  </span>Lalu mengandunglah kedua anak Lot (Nabi Luth) itu dari ayah mereka. </span></em><span style="font-family:Arial;">(<em>Kejadian 19: 35-36)</em>, </span></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">ada juga kisah tentang Ruben putra sulung Nabi Ya’kub yang konon pemperkosa istri Nabi Ya’kub:</span></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt 37.4pt;"><span style="font-size:small;"><em><span style="font-family:Arial;">Ketika Ya’kub diam di negeri ini, terjadilah bahwa Ruben sampai tidur dengan Bilha, istri ayahnya, dan kedengaranlah hal itu kepada Israel.</span></em><span style="font-family:Arial;"> (<em>Kejadian 35: 22</em>), </span></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">selain itu ada juga kisah tentang Amnon putra Nabi Daud lainnya yang konon memperkosa saudara perempuannya Tamar:</span></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt 37.4pt;"><span style="font-size:small;"><em><span style="font-family:Arial;">Ketika gadis itu menghidangkannya kepadanya supaya ia makan, dipegangnyalah gadis itu dan berkata kepadanya: &#8220;Marilah tidur dengan aku, adikku.&#8221; 12<span>  </span>Tetapi gadis itu berkata kepadanya: &#8220;Tidak kakakku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel. Janganlah berbuat noda seperti itu. 13<span>  </span>Dan aku, ke manakah kubawa kecemaranku? Dan engkau ini, engkau akan dianggap sebagai orang yang bebal di Israel. Oleh sebab itu, berbicaralah dengan raja, sebab ia tidak akan menolak memberikan aku kepadamu.&#8221; 14<span>  </span>Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia. (2 Samuel 13: 12-14)</span></em><span style="font-family:Arial;">, </span></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">dan masih banyak lagi kisah tentang incest lainnya yang dapat kita temukan dalam Alkitab (Bible) yang konon bukan hanya melibatkan manusia biasa tapi juga melibatkan orang-orang pilihan Tuhan.</span></span></p>
<p style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Di Indonesia sendiri sampai saat ini perilaku incest masih ada pada kelompok masyarakat tertentu, seperti suku Polahi di Kabupaten Polahi, Sulawesi, dimana praktek hubungan incest banyak terjadi. Perkawinan sesama saudara adalah hal yang wajar dan biasa di kalangan suku Polahi.</span></span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin:6pt 0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="font-family:Arial;">Penyebab Incest</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:.5in;margin:6pt 0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="font-weight:normal;font-family:Arial;">Ada beberapa penyebab atau pemicu timbulnya incest. Akar dan penyebab tersebut tidak lain adalah karena pengaruh aspek struktural, yakni situasi dalam masyarakat yang semakin kompleks. </span></strong><span style="font-family:Arial;">Kompleksitas situasi menyebabkan ketidakberdayaan pada diri individu. Khususnya apabila ia seorang laki-laki (notabene cenderung dianggap dan menganggap diri lebih berkuasa) akan sangat terguncang, dan menimbulkan ketidakseimbangan mental-psikologis. Dalam ketidakberdayaan tersebut, tanpa adanya iman sebagai kekuatan internal/spiritual, seseorang akan dikuasai oleh dorongan primitif, yakni dorongan seksual ataupun agresivitas. </span><strong><span style="font-weight:normal;font-family:Arial;">Faktor-faktor struktural tersebut antara lain adalah: </span></strong><strong></strong></span></p>
<p style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">(1)</span><span style="font:7pt;">   </span></span><span style="font-size:small;"><strong><span style="font-weight:normal;font-family:Arial;">Konflik budaya. </span></strong><span style="font-family:Arial;">Seperti kita ketahui, perubahan sosial terjadi begitu cepatnya seiring. dengan perkembangan teknologi. Alat-alat komunikasi seperti radio, televisi, VCD, HP, koran, dan majalah telah masuk ke seluruh pelosok wilayah Indonesia. Seiring dengan itu masuk pula budaya-budaya baru yang sebetulnya tidak cocok dengan budaya dan norma-norma setempat. Orang dengan mudah mendapat berita kriminal seks melalui tayangan televisi maupun tulisan di koran dan majalah. Juga informasi dan pengalaman pornografi dan berbagai jenis media. Akibatnya, tayangan televisi, VCD, dan berita di koran atau majalah yang sering menampilkan kegiatan seksual incest serta tindak kekerasannya, dapat menjadi model bagi mereka yang tidak bisa mengontrol nafsu birahinya. </span></span></p>
<p style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">(2)</span><span style="font:7pt;">   </span></span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Kemiskinan. Meskipun incest dapat terjadi dalam segala lapisan ekonomi, secara khusus kondisi kemiskinan merupakan suatu rantai situasi yang sangat potensial menimbulkan incest. Sejak krisis 1998, tingkat kemiskinan di Indonesia semakin tinggi. Banyak keluarga miskin hanya memiliki satu petak rumah. Kita tidak dapat membedakan mana kamar tidur, kamar tamu, atau kamar makan. Rumah yang ada merupakan satu atau dua kamar dengan multi fungsi. Tak pelak lagi, kegiatan seksual terpaksa dilakukan di tempat yang dapat ditonton anggota keluarga lain. Tempat tidur anak dan orangtuanya sering tidak ada batasnya lagi. Ayah yang tak mampu menahan nafsu birahinya mudah terangsang melihat anak perempuannya tidur. Situasi semacam ini memungkinkan untuk terjadinya incest kala ada kesempatan. </span></span></p>
<p style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">(3)</span><span style="font:7pt;">   </span></span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Pengangguran. Kondisi krisis juga mengakibatkan banyak terjadinya PHK yang berakibat banyak orang yang menganggur. Dalam situasi suit mencari pekerjaan, sementara keluarga butuh makan, tidak jarang suami istri banting tulang bekerja seadanya. Dengan kondisi istri jarang di rumah (apalagi bila menjadi TKW), membuat sang suami kesepian. Mencari hiburan di luar rumah pun butuh biaya. Tidak menutup kemungkinan anak yang sedang dalam kondisi bertumbuh menjadi sasaran pelampiasan nafsu birahi ayahnya. </span></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><span> </span></span><span style="font-family:Arial;">Selain faktor-faktor diatas, Lustig (Sawitri Supardi: 2005) mengemukakan factor-faktor lain yaitu:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">(1)</span><span style="font:7pt;">   </span></span><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">Keadaan terjepit, dimana anak perempuan manjadi figur perempuan utama yang mengurus keluarga dan rumah tangga sebagai pengganti ibu. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">(2)</span><span style="font:7pt;">   </span></span><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">Kesulitan seksual pada orang tua, ayah tidak mampu mengatasi dorongan seksualnya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">(3)</span><span style="font:7pt;">   </span></span><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">Ketidakmampuan ayah untuk mencari pasangan seksual di luar rumah karena kehutuhan untuk mempertahankan <em>facade</em> kestabilan sifat <em>patriachat-</em>nya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">(4)</span><span style="font:7pt;">   </span></span><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">Ketakutan akan perpecahan keluarga yang memungkinkan beberapa anggota keluarga untuk lebih memilih desintegrasi struktur daripada pecah sama sekali. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">(5)</span><span style="font:7pt;">   </span></span><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">Sanksi yang terselubung terhadap ibu yang tidak berpartisipasi dalam tuntutan peranan seksual sebagai istri.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">(6)</span><span style="font:7pt;">   </span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><span class="spelle"><span>Pengawasan</span></span><span class="grame"><span> </span></span><span class="spelle"><span>dan</span></span><span class="grame"><span> </span></span><span class="spelle"><span>didikan</span></span><span class="grame"><span> </span></span><span class="spelle"><span>orangtua</span></span><span class="grame"><span> yang </span></span><span class="spelle"><span>kurang</span></span><span class="grame"><span> </span></span><span class="spelle"><span>karena</span></span><span class="grame"><span> </span></span><span class="spelle"><span>kesibukan</span></span><span class="grame"><span> </span></span><span class="spelle"><span>orang</span></span><span class="grame"><span> </span></span><span class="spelle"><span>bekerja</span></span><span class="grame"><span> </span></span><span class="spelle"><span>mencari</span></span><span class="grame"><span> </span></span><span class="spelle"><span>nafkah</span></span><span class="grame"><span> </span></span><span class="spelle"><span>dapat</span></span><span class="grame"><span> </span></span><span class="spelle"><span>melonggarkan</span></span><span class="grame"><span> </span></span><span class="spelle"><span>pengawasan</span></span><span class="grame"><span> </span></span><span class="spelle"><span>oleh</span></span><span class="grame"><span> </span></span><span class="spelle"><span>orangtua</span></span><span class="grame"><span> </span></span><span class="spelle"><span>bisa</span></span><span class="grame"><span> </span></span><span class="spelle"><span>terjadi</span></span><span class="grame"><span> incest.</span></span><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">(7)</span><span style="font:7pt;">   </span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><span class="spelle"><span>Anak</span></span><span> </span><span class="spelle"><span>remaja</span></span><span> yang normal </span><span class="spelle"><span>pada</span></span><span> </span><span class="spelle"><span>saat</span></span><span> </span><span class="spelle"><span>mereka</span></span><span> </span><span class="spelle"><span>remaja</span></span><span> </span><span class="spelle"><span>dorongan</span></span><span> </span><span class="spelle"><span>seksualnya</span></span><span> </span><span class="spelle"><span>begitu</span></span><span> </span><span class="spelle"><span>tinggi</span></span><span> </span><span class="spelle"><span>karena</span></span><span> </span><span class="spelle"><span>pengaruh</span></span><span> </span><span class="spelle"><span>tayangan</span></span><span> yang </span><span class="spelle"><span>membangkitkan</span></span><span> </span><span class="spelle"><span>naluri</span></span><span> </span><span class="spelle"><span>birahi</span></span><span> </span><span class="spelle"><span>juga</span></span><span> </span><span class="spelle"><span>ikut</span></span><span> </span><span class="spelle"><span>berperan</span></span><span> </span><span class="spelle"><span>dalam</span></span><span> </span><span class="spelle"><span>hal</span></span><span> </span><span class="spelle"><span>ini</span></span><span>. </span></span></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin:6pt 0;"><strong><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Alasan Anggota Keluarga Melakukan Incest</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:-.25in;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">(1)</span><span style="font:7pt;">   </span></span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Ayah sebagai pelaku. Kemungkinan pelaku mengalami masa kecil yang kurang menyenangkan, latar belakang keluarga yang kurang harmonis, bahkan mungkin saja pelaku merupakan korban penganiayaan seksual di masa kecilnya. Pelaku cenderung memiliki kepribadian yang tidak matang, pasif, dan cenderung tergantung pada orang lain. Ia kurang dapat mengendalikan diri/hasratnya, kurang dapat berfikir secara realistis, cenderung pasif-agresif dalam mengekpresikan emosinya, kurang memiliki rasa percaya diri. Selain itu, kemungkinan pelaku adalah pengguna alkohol atau obat-obatan terlarang lainnya.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:-.25in;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">(2)</span><span style="font:7pt;">   </span></span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Ibu sebagai pelaku. Ibu yang melakukan penganiayaan seksual cenderung memiliki tingkat kecerdasan yang rendah dan mengalami gangguan emosional. Ibu yang melakukan incest terhadap anak laki-lakinya cenderung didorong oleh keinginan adanya figur ‘pria lain’ dalam kehidupannya, karena kehadiran suami secara fisik maupun emosinal dirasakan kurang sehingga ia berharap anak laki-lakinya dapat memenuhi keinginan yang tidak didapatkan dari suaminya. Kasus ini jarang didapati, terutama karena secara naluriah wanita cenderung memiliki sifat mengasuh dan ‘melindungi’ anak.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:-.25in;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">(3)</span><span style="font:7pt;">   </span></span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Saudara kandung sebagai pelaku. Kakak korban yang melakukan penganiayaan seksual biasanya menirukan perilaku orang tuanya atau memiliki keinginan mendominasi/menghukum adiknya. Selain itu, penganiayaan seksual mungkin pula dilakukan oleh orang tua angkat/tiri, atau orang lain yang tinggal serumah dengan korban, misalnya saudara angkat.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin:6pt 0;"><span style="font-family:Arial;"><br />
<strong><span style="font-size:small;">Akibat Incest</span></strong></span><strong></strong></p>
<p style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Ada beberapa akibat dari perilaku incest ini, khususnya yang terjadi karena paksaan. Diantaranya adalah:</span></span></p>
<p style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">(1)</span><span style="font:7pt;">   </span></span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Gangguan psikologis. Gangguan psikologis akibat dan kekerasan seksual atau trauma <em>post sexual abuse</em>, antara lain : tidak mampu mempercayai orang lain, takut atau khawatir dalam berhubungan seksual, depresi, ingin bunuh diri dan perilaku merusak diri sendiri yang lain, harga diri yang rendah, merasa berdosa, marah, menyendiri dan tidak mau bergaul dengan orang lain, dan makan tidak teratur. </span></span></p>
<p style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">(2)</span><span style="font:7pt;">   </span></span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Secara medis menunjukan bahwa anak hasil dari hubungan incest berpotensi besar untuk mengalami kecatatan baik fisik ataupun mental.</span></span></p>
<p style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">(3)</span><span style="font:7pt;">   </span></span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Akibat lain yang cukup meresahkan korban adalah mereka sering disalahkan dan mendapat stigma (label) yang buruk. Padahal, kejadian yang mereka alami bukan karena kehendaknya. Mereka adalah korban kekerasan seksual. Orang yang semestinya disalahkan adalah pelaku kejahatan seksual tersebut. </span></span></p>
<p style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">(4)</span><span style="font:7pt;">   </span></span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Berbagai studi memperlihatkan, hingga dewasa, anak-anak korban kekerasan seksual seperti incest biasanya akan memiliki self-esteem (rasa harga diri) rendah, depresi, memendam perasaan bersalah, sulit mempercayai orang lain, kesepian, sulit menjaga membangun hubungan dengan orang lain, dan tidak memiliki minat terhadap seks.</span></span></p>
<p style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">(5)</span><span style="font:7pt;">   </span></span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Studi-studi lain bahkan menunjukkan bahwa anak-anak tersebut akhirnya ketika dewasa juga terjerumus ke dalam penggunaan alkohol dan obat terlarang, pelacuran, dan memiliki kecenderungan untuk melakukan kekerasan seksual kepada anak-anak. </span></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .25in;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="font-family:Arial;">Upaya Mengatasi Incest</span></strong></span></p>
<p style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="font-weight:normal;font-family:Arial;">Untuk menghindari terjadinya incest yang baik disertai atapun tidak disertai kekerasan seksual, perlu dilakukan tindakan sebagai berikut: </span></strong><strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">(1)</span><span style="font:7pt;">   </span></span><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Memperkuat keimanan dengan menjalankan ajaran agama secara benar. Bukan hanya mengutamakan ritual, tetapi terutama menghayati nilai-nilai yang diajarkan sehingga menjadi bagian integral dari diri sendiri. Hal ini dapat dicapai dengan penghayatan akan Tuhan sebagai pribadi, sehingga relasi dengan Tuhan bersifat “mempribadi”, bukan sekadar utopia yang absurd. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">(2)</span><span style="font:7pt;">   </span></span><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Memperkuat rasa empati, sehingga lebih sensitif terhadap penderitaan orang lain, sekaligus tidak sampai hati membuat orang lain sebagai korban. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">(3)</span><span style="font:7pt;">   </span></span><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Mengisi waktu luang dengan kegiatan kreatif-positif. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">(4)</span><span style="font:7pt;">   </span></span><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Menjauhkan diri dan keluarga dari hal-hal yang dapat membangkitkan syahwat.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">(5)</span><span style="font:7pt;">   </span></span><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Memberikan pengawasan dan bimbingan terhadap anggota keluarga, sehingga dapat terkontrol.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt .5in;"><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">(6)</span><span style="font:7pt;">   </span></span><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Memberikan pendidikan seks sejak dini, sesuai dengan usia anak. </span></span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/luthfis.wordpress.com/131/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/luthfis.wordpress.com/131/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luthfis.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luthfis.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luthfis.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luthfis.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luthfis.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luthfis.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luthfis.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luthfis.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luthfis.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luthfis.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luthfis.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luthfis.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luthfis.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luthfis.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfis.wordpress.com&#038;blog=1202579&#038;post=131&#038;subd=luthfis&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luthfis.wordpress.com/2008/05/11/incest-hubungan-seksual-sedarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/640800a1c484097b7eb63e0375359a56?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">luthfis</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
