Beranda

Wasiat Imam Ali as. Kepada Imam Hasan as.

11 Komentar

 

Resapkan kebenaran yang satu ini, wahai anakku !……. Bahwa Tuhan,  yang punya perbendaharaan langit dan bumi , telah memberi permisi buatmu untuk mohon semua itu. Dan Dia pun membuat Janji untuk mengabulkan pintamu!. Dia menyuruh untuk mohon anugerahNya, yang akan diberikanNya. Dan Rahmatnya , yang akan dilimpahkanNya…

 

Tidak ada petugas sekuriti, penghalang doamu sampai padaNya. Tidak perlu pula ada perantara  berada diantara kamu dan diriNya, mewakili atas-namamu.

 

Jika kamu melanggar janji, jika kamu melanggar sumpah, melakukan lagi yang dulu kamu bertobat, Dia tidak akan segera menghukummu, Dia tidak akan tergesa menolakmu atau menganugerahimu. Dan bila kamu bertobat sekali lagi, Dia tidak akan Nyinyir Mengejekmu atau ramai-beberkan rahasia dosamu , walaupun itu paling patut bagimu.

 

Tetapi Dia akan menerima tobatmu serta memaafkanmu. tanpa pernah mengungkit-ngungkit maafNya , atau menolak melimpahkan rakhmatNya. Tidak, bahkan resmi dinyatakan bahwa tobat adalah kebajikan dan kesalehan.

 

Yang Maha Pengasih telah membuat deklarasi , setiap salahmu cuma dihitung satu, setiap baik-salehmu dihitung sepuluh. Pintu TobatNya ditinggal lebar jembar terbuka.

 Dia dengar  setiap sapaan panggilanmu. Dia terima setiap panjatan doamu.. .  Lagi

Mazhab Ahlul Bayt, Mazhab Cinta

4 Komentar

Oleh: KH. Jalaluddin Rakhmat

Malam sudah larut, dinihari sudah hampir, angin dingin sahara berhembus dalam kesepian. Bukit2 batu, rumah2 tanah, pepohonan semua tak bergerak; berdiri kaku dalam rangkaian silhuet. Tapi ditengah Masjidil Haram, seorang pemuda berjalan mengitari ka’bah sambil bergantung pada tirainya. Matanya menatap langit yang sunyi. Tak seorang pun berada disitu, kecuali Thawus Al-Yamani, yang menceritakan peristiwa ini kepada kita.  

Thawus mendengar pemuda itu merintih:

“Tuhanku, gemintang langit-Mu telah tenggelam Semua mata makhluk-Mu telah tertidur tapi pintu-Mu terbuka lebar, buat pemohon kasihmu. Aku datang menghadap-Mu memohon ampunan-Mu kasihilah daku perlihatkan padaku wajah kakekku Muhammad SAAW pada mahkamah hari kiamat. (kemudian ia menangis) Demi kemuliaan dan kebesaran-Mu Maksiatku tidaklah untuk menentang-Mu Kala kulakukan maksiat kulakukan bukan karena meragukan-Mu bukan karena mengabaikan siksa-Mu bukan karena menentang hukum-Mu Kulakukan karena pengaruh hawa nafsuku dan karena Kau ulurkan tirai untuk menutub aibku. Kini siapakah yang akan menyelamatkan aku dari azab-Mu kepada tali siapa aku akan bergantung, kalau Kau putuskan tali-Mu malang nian daku kelak ketika bersimpuh dihadapan-Mu kala si ringan dosa dipanggil : jalanlah! kala siberat dosa dipanggil : berangkatlah! Aku tak tahu apakah aku berjalan dengan si ringan atau dengan si berat. Duhai celakalah aku bertambah umurku dan bertumpuk dosaku tak sempat aku bertobat kepada-Mu sekarang aku malu menghadap pada-Mu. (ia menangis lagi) Akankah Kaubakar aku dengan api-Mu wahai Tujuan segala kedambaan lalu, kemana harapku kemana cintaku Aku menemui-Mu dengan memikul amal buruk dan hina diantara segenap makhluk-Mu tak ada orang sejahat aku. (ia menangis lagi) Mahasuci Engkau Engkau dilawan seakan-akan engkau tiada Engkau tetap pemurah seakan-akan Engkau tak pernah dilawan Engkau curahkan kasih-Mu kepada makhluk-Mu seakan-akan Engkau memerlukan mereka padahal Engkau wahai Junjunganku tak memerlukan semua itu.  

Lagi

Alangkah Indahnya Jika Sholat Berjamaah Seperti Ini…

2 Komentar

Liat sholat kayak gini, jadi inget Sholat di Masjid Nurul Falah deket Yayasan Imam Al-Jawad deket kampus UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) yang dibelakangnnya ada pesantren Daaruttauhidnya AA Gym. walaupun Imam Sholat yang memimpin orang Sunni tapi makmum dibelakangnya ada yang sholatnya sedekap, ada pula yang tidak sedekap. ada yang pake turbah ada juga yang enggak…..

 kapan ya, pemandangan seperti ini ada di setiap masjid…? sungguh indah.

Ayatullah Uzhma Imam Ali Khamenei